Pencarian

Kemenhaj Buka Expo UMKM di Yogyakarta, 121 Pelaku Usaha Dibidik Masuk Rantai Pasok Haji dan Umrah

Minggu, 25 Oktober 2026 • 06:17:01 WIB
Kemenhaj Buka Expo UMKM di Yogyakarta, 121 Pelaku Usaha Dibidik Masuk Rantai Pasok Haji dan Umrah
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf membuka Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Yogyakarta, Jumat (23/10/2026).

YOGYAKARTA — Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf membuka langsung gelaran Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Yogyakarta. Kegiatan yang digelar Jumat (23/10/2026) itu menjadi penyelenggaraan keempat setelah Madiun, Bali, dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Sebanyak 121 UMKM mengisi tenant expo. Cakupannya meliputi perlengkapan haji dan umrah, fesyen muslim, produk unggulan daerah, makanan dan minuman, hingga kebutuhan jemaah lainnya.

Yogyakarta Dinilai Punya Modal Industri Kreatif dan Kuliner Halal

Kemenhaj menilai Yogyakarta punya posisi strategis dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Sektor yang disorot adalah industri kreatif, kerajinan, fesyen muslim, serta produk pangan dan kuliner halal.

Produk UMKM Yogyakarta disebut berpeluang memenuhi beragam kebutuhan jemaah. Mulai dari kain ihram, perlengkapan ibadah, batik, sampai cendera mata.

Produk pangan dan kuliner daerah juga berpotensi dikembangkan untuk mendukung konsumsi jemaah di Tanah Suci. Syaratnya, kualitas dan standar produk tetap diperhatikan.

130 Pelaku Usaha Dipertemukan Lewat Business Matching

Selain pameran, expo menghadirkan temu bisnis yang melibatkan 130 pelaku usaha atau UMKM. Peserta melewati proses kurasi sebelum dipertemukan dengan calon mitra.

Melalui business matching itu, peserta menjajaki kerja sama dan membuka peluang pasar baru. Expo ini sendiri menargetkan 15.000 pengunjung selama berlangsung.

Rangkaian kegiatan juga ditandai penandatanganan nota kesepahaman tentang sinergi tugas dan fungsi penyelenggaraan haji dan umrah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menhaj Minta Pameran Ditindaklanjuti Jadi Kemitraan Konkret

Menhaj menegaskan pengembangan ekosistem ekonomi haji tidak boleh berhenti pada penyelenggaraan pameran. Menurutnya, hasil expo harus ditindaklanjuti lewat kemitraan yang konkret.

"Jika di kota-kota sebelumnya kita memperkuat basis rantai produksi dan logistik, maka di Yogyakarta ini kita hadir untuk memberi panggung bagi daya cipta, inovasi, dan nilai tambah produk keumatan," ujar Menhaj.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi. "Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan setiap potensi ditindaklanjuti menjadi program serta kemitraan yang konkret," tegasnya.

Menhaj menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta jajaran pemerintah daerah atas dukungan terhadap pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah.

Lewat expo ini, Kemenhaj mendorong produk UMKM dalam negeri semakin berdaya saing dan punya akses lebih luas ke pasar haji dan umrah. Nilai tambah bagi perekonomian daerah diharapkan mengikuti, dengan kepentingan dan perlindungan jemaah tetap diutamakan.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mui.or.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks