Pencarian

BRI Peduli Pasang PLTS di Desa dan Wilayah Bencana, Beri Listrik Ribuan Keluarga

Jumat, 23 Oktober 2026 • 13:54:02 WIB
BRI Peduli Pasang PLTS di Desa dan Wilayah Bencana, Beri Listrik Ribuan Keluarga
PLTS off-grid berkapasitas 17,4 kWp di Desa Bojong, Bandung Barat, menopang layanan balai desa dan usaha peternakan BUMDes.

DI YOGYAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperluas Program Energi Surya BRI Peduli ke kawasan perdesaan Jawa Barat serta wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh. Lewat program TJSL ini, BRI menyasar ribuan keluarga yang selama ini menghadapi pasokan listrik tidak stabil, termasuk di Desa Bojong, Bandung Barat, yang kini mendapat PLTS off-grid berkapasitas 17,4 kWp.

Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, menjadi salah satu lokasi yang menerima fasilitas PLTS off-grid berkapasitas 17,4 kWp dengan penyimpanan energi 43,2 kWh. Fasilitas itu dipakai untuk menopang pelayanan publik di balai desa sekaligus kegiatan peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Perluasan program ini berangkat dari kebutuhan nyata warga desa yang kerap terganggu pemadaman listrik. BRI menempatkan program elektrifikasi berbasis energi surya sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda pembangunan nasional, khususnya pemenuhan energi berkelanjutan, penguatan desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim.

Dampak Langsung ke Pelayanan Desa dan BUMDes

Dengan pasokan energi yang lebih stabil, gangguan pelayanan akibat pemadaman listrik di balai desa diperkirakan bisa ditekan hingga 75 jam per tahun. Angka itu dihitung dari pola gangguan yang selama ini berulang dan mengganggu jam kerja pelayanan.

Efeknya merembet ke sisi ekonomi. Produksi telur BUMDes berpotensi naik lebih dari 10 persen karena kegiatan peternakan tidak lagi bergantung pada listrik yang naik-turun. Kenaikan produksi itu disebut turut memperkuat pendapatan usaha desa.

Kisah Warga Desa Bojong

Bagi masyarakat Desa Bojong, listrik dari PLTS bukan sekadar urusan lampu menyala. Kepala Desa Bojong Apad Sutisna menyebut perubahan mulai terasa dalam aktivitas harian warga.

"Setelah PLTS hadir, kami benar-benar merasakan perubahan yang sangat nyata. Desa menjadi lebih terang, masyarakat lebih nyaman beraktivitas pada malam hari, anak-anak dapat belajar dengan lebih tenang, dan pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk meningkatkan produktivitas usahanya. Kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, lebih aman, dan produktif. Kehadiran PLTS juga memberikan harapan baru bagi kemajuan desa kami," ujar Apad.

Penerangan yang memadai pada malam hari membuka ruang bagi usaha kecil untuk beroperasi lebih lama. Anak-anak juga mendapat waktu belajar yang lebih layak dibanding sebelumnya.

Menjangkau Wilayah Pascabencana

Selain Jawa Barat, BRI Peduli mengarahkan program yang sama ke daerah terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh. Wilayah-wilayah itu membutuhkan pasokan listrik yang cepat pulih agar layanan dasar dan aktivitas ekonomi warga bisa berjalan kembali.

Langkah ini menempatkan BRI bukan hanya sebagai penyalur kredit, tetapi juga sebagai pihak yang ikut menutup celah infrastruktur energi di daerah terpencil. Program TJSL semacam ini biasanya dijalankan bersama pemerintah desa dan pengelola BUMDes agar fasilitas tetap terawat setelah serah terima.

Bagi BRI, perluasan akses energi surya ini menyambung dua kepentingan sekaligus: mendukung transisi energi di level desa dan menjaga produktivitas ekonomi masyarakat kecil. Ke depan, cakupan wilayah program akan menentukan seberapa besar manfaatnya terasa bagi keluarga di daerah yang masih bergantung pada pasokan listrik tidak stabil.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks