YOGYAKARTA — Kurator Nandur Srawung 2026, Gintani Swastika, menyebut Akademi sebagai platform kuratorial tiga tahunan yang dirancang untuk memperluas ruang pengembangan seniman muda. Seleksi 100 seniman dari 264 pendaftar tidak hanya menilai karya, tetapi juga dilengkapi surat rekomendasi dari mentor, guru, dosen, kepala sanggar, hingga pengelola taman budaya.
Surat Rekomendasi Jadi Alat Petakan Afiliasi Seniman
Bagi Gintani, dokumen rekomendasi itu berfungsi sebagai alat baca atas jejaring dan ruang produksi pengetahuan para peserta. Dari situ, pameran bisa memberi gambaran tentang praktik seniman muda di Indonesia.
"Secara tidak langsung, ini bisa menjadi ringkasan tentang praktik teman-teman seniman muda di Indonesia," ujarnya dalam jumpa pers di TBY, Rabu (21/10/2026).
Tiga Tahun Akademi: Lanskap, Lab, Lintasan
Platform tiga tahunan Nandur Srawung dibagi dalam tiga fase. Tahun 2026 mengusung "Lanskap", lalu "Lab" pada 2027 sebagai ruang inkubasi praktik seniman, dan "Lintasan" pada 2028 yang membuka kolaborasi dengan organisasi seni budaya, termasuk di Asia Tenggara.
"Akademi menjadi platform untuk memperkaya dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan seniman, khususnya seniman muda. Infrastruktur yang kami bayangkan seperti ruang produksi pengetahuan dan pengembangan," kata Gintani.
Agenda Tahunan Seni Rupa Kontemporer Jogja
Kepala TBY Purwiati berharap rangkaian program tersebut mendukung perkembangan seni rupa kontemporer, khususnya di Yogyakarta. Menurutnya, Nandur Srawung telah menjadi agenda tahunan yang melibatkan kurator-kurator muda.
"Ini menjadi agenda tahunan untuk pameran Nandur Srawung. Tahun ini sampai periode 2028, bersama kurator-kurator muda kita, untuk mengembangkan seni rupa kontemporer yang ada di Yogyakarta," kata Purwiati.
Diskusi hingga Kelas Penulisan Seni Selama Sepekan
Selain pameran, Nandur Srawung 2026 menghadirkan diskusi, kelas penulisan seni, kuliah umum, wicara seniman, dan lokakarya. Topik yang diangkat beragam, mulai dari polemik seni pasca-Reformasi hingga tantangan pendidikan dan penyelenggaraan festival seni.
Audience Recognition Award Gantikan Young Artist Award
Skema penghargaan untuk seniman muda berubah. Young Artist Award diganti menjadi Audience Recognition Award yang dipilih langsung oleh pengunjung selama pameran berlangsung. Pemenangnya diumumkan pada Rabu (28/10/2026).
Sementara Lifetime Achievement Award diberikan kepada Melati Suryodarmo, disertai pidato kebudayaan pada Minggu (25/10/2026). Rangkaian pameran berlangsung di Taman Budaya Yogyakarta hingga 28 Oktober 2026.