DI YOGYAKARTA — Penampilan konsisten di fase grup menjadi alasan utama Scaloni angkat bicara. Ia melihat Cape Verde tampil tanpa rasa inferior melawan tim-tim unggulan. Bagi Scaloni, hasil ini adalah buah dari kerja keras dan strategi yang matang.
Respek dari Pelatih Juara Bertahan
Lionel Scaloni, yang membawa Argentina juara Piala Dunia 2022, memberikan respek penuh pada perjalanan Cape Verde. "Saya tidak kaget sama sekali. Mereka bermain dengan keberanian dan organisasi yang rapi," ujar Scaloni dalam konferensi pers.
Pelatih berusia 46 tahun itu menambahkan, performa Cape Verde di kualifikasi bukan sekadar kejutan. "Ini hasil dari perencanaan. Mereka layak dihormati," tegasnya.
Debutan yang Bermain Tanpa Beban
Cape Verde lolos sebagai salah satu dari empat tim debutan terbaik di kualifikasi zona Afrika. Tim peringkat 72 FIFA itu sukses mengatasi tekanan di laga-laga krusial. Scaloni menilai mentalitas ini menjadi pembeda utama.
"Mereka tidak bermain untuk sekadar partisipasi. Setiap pemain tahu perannya. Itu yang membuat mereka berbahaya," kata Scaloni mengapresiasi.
Dampak bagi Persaingan Grup
Keberhasilan Cape Verde otomatis mengubah peta persaingan di babak 32 besar. Scaloni mengingatkan timnya untuk tidak meremehkan siapapun. "Kami harus waspada. Sepak bola tidak mengenal nama besar di atas kertas," ujarnya.
Argentina sendiri dipastikan menjadi salah satu unggulan. Namun, Scaloni menegaskan, status juara bertahan tidak membuat mereka otomatis superior. "Setiap pertandingan adalah final. Cape Verde sudah membuktikannya," pungkasnya.
Catatan Sejarah untuk Sepak Bola Afrika
Cape Verde menjadi negara kepulauan kecil pertama yang lolos ke putaran final Piala Dunia. Populasi mereka hanya sekitar 550 ribu jiwa. Scaloni menyebut pencapaian ini sebagai inspirasi bagi negara-negara non-unggulan.
"Ini bukti bahwa sepak bola bisa tumbuh di mana saja. Mereka pantas menjadi cerita sukses," tutup pelatih Argentina itu.