YOGYAKARTA — Budi Santosa Asrori resmi menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta. Pelantikan yang digelar Rabu (8/7) itu menandai dimulainya masa tugas pria yang sudah malang melintang di lingkup pemerintahan kota tersebut.
Modal Pengalaman Mengelola Pendidikan dan ASN
Keputusan mengangkat Budi didasari pengalamannya selama bertahun-tahun di birokrasi. Ia pernah memimpin sejumlah dinas, termasuk dinas yang membidangi pendidikan dan kebudayaan. Pengalaman mengelola ribuan aparatur sipil negara (ASN) dianggap sebagai modal penting untuk mengoordinasikan seluruh perangkat daerah.
“Rekam jejak panjang di birokrasi dan pengalaman mengelola sektor pendidikan menjadi modal Budi Santosa Asrori,” demikian bunyi pernyataan resmi yang dikutip dari ringkasan pemberitaan.
Mengapa Pengalaman di Sektor Pendidikan Jadi Penentu?
Sektor pendidikan di Kota Yogyakarta memiliki skala dan kompleksitas yang tinggi. Pengelolaan ribuan tenaga pendidik dan kependidikan, serta koordinasi dengan sekolah negeri maupun swasta, membutuhkan pemahaman regulasi dan manajemen yang mumpuni. Pengalaman Budi di sektor ini dinilai sejalan dengan kebutuhan koordinasi lintas dinas di era kepemimpinan baru.
Sebagai Sekda, ia akan bertanggung jawab mengawal seluruh kebijakan strategis Pemkot Yogyakarta. Mulai dari perencanaan pembangunan, pengelolaan keuangan daerah, hingga pelayanan publik, semua berada di bawah koordinasi sekretaris daerah.
Tugas Berat Mengawal Program Prioritas
Jabatan Sekda bukan sekadar jabatan administratif. Budi diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Yogyakarta. Ia harus memastikan program-program prioritas walikota berjalan tepat sasaran dan efisien.
Dengan pengalaman yang dimiliki, Budi Santosa Asrori dinilai siap menjalankan tugas tersebut. Publik kini menantikan langkah awal dan gebrakan yang akan ia lakukan untuk memajukan birokrasi di Kota Pelajar.