Pencarian

IDAI Peringatkan Anak Lebih Rentan Terdampak Asap Karhutla, PM2,5 Bisa Masuk Aliran Darah

Selasa, 20 Oktober 2026 • 21:16:32 WIB
IDAI Peringatkan Anak Lebih Rentan Terdampak Asap Karhutla, PM2,5 Bisa Masuk Aliran Darah
dr. Fifi Sofiah, Sp.A, Subsp Respi(K) dari UKK Respirologi IDAI menjelaskan bahaya partikel PM2,5 dalam asap karhutla bagi saluran pernapasan anak.

YOGYAKARTA — Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, dr. Fifi Sofiah, Sp.A, Subsp Respi(K), menjelaskan bahwa asap karhutla bukan sekadar asap biasa. Asap kebakaran hutan dan lahan mengandung campuran partikel padat, gas, dan cairan hasil pembakaran tidak sempurna. Kandungan itu membuat asap karhutla jauh lebih berbahaya bagi saluran pernapasan dibanding polusi udara harian.

Mengapa Anak Jadi Sasaran Utama Polutan Karhutla

Fifi menyebut organ napas anak menjadi sasaran utama polutan karena struktur dan fungsinya belum matang. Saluran napas anak lebih kecil, napasnya lebih cepat, dan kebutuhan ventilasi per kilogram berat badan lebih tinggi daripada orang dewasa. Anak juga cenderung lebih sering beraktivitas di luar ruangan dan bernapas lewat mulut.

“Partikel inilah yang paling berbahaya bagi anak, terutama PM2.5 yang berukuran kurang dari 2,5 mikron, jauh lebih kecil dari sehelai rambut manusia,” ujarnya.

Ukuran partikel PM2,5 yang kurang dari 2,5 mikrometer memungkinkannya mencapai bagian terdalam paru-paru. Dari alveoli atau kantung udara di paru-paru, partikel halus itu bahkan dapat masuk ke aliran darah. Fifi membedakan dampak partikel kasar PM10 yang mengiritasi saluran napas atas dengan PM2,5 yang mengganggu saluran napas bawah.

Aldehida hingga Karbon Monoksida: Senyawa Lain yang Mengintai

Selain partikel, asap karhutla membawa senyawa lain yang berpotensi mengganggu fungsi tubuh. Aldehida, salah satu senyawa dalam asap, dilaporkan dapat melumpuhkan silia di saluran napas. Karbon monoksida dan nitrogen oksida mengganggu fungsi hemoglobin.

“Asap kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar ‘asap biasa’. Ia mengandung partikel padat, gas, dan cairan hasil pembakaran tidak sempurna,” kata Fifi.

Paparan asap dalam jangka panjang berpotensi memicu penyakit paru kronik dan menurunkan kualitas hidup anak hingga dewasa. Kelompok yang perlu perhatian khusus meliputi bayi, balita, anak dengan asma, penyakit jantung atau paru kronik, anak dengan disabilitas, serta anak yang bergantung pada oksigen dan alat medis.

IDAI Sebut Perlindungan Anak Tanggung Jawab Bersama

Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K), menegaskan bahwa melindungi anak dari dampak karhutla merupakan tanggung jawab bersama keluarga dan pemerintah. Hak anak atas kesehatan, perlindungan, dan tumbuh kembang harus tetap terpenuhi dalam situasi darurat kabut asap.

“Anak adalah kelompok yang paling rentan dalam bencana kabut asap, namun sering kali suaranya tidak terdengar,” kata Piprim.

Peringatan IDAI ini relevan bagi daerah yang rutin terpapar kabut asap karhutla, termasuk wilayah di luar Sumatera dan Kalimantan yang terdampak limpahan asap. Orang tua diminta memantau kualitas udara setempat dan membatasi aktivitas luar ruangan anak saat indeks polusi memburuk.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radiostar.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks