KLATEN — Puluhan biksuf memulai perjalanan damai mereka dengan berjalan kaki dari Klaten menuju Yogyakarta, Senin pagi. Bupati Klaten melepas langsung rombongan yang terdiri dari 58 peserta itu di titik start sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke arah selatan.
Aksi bertajuk Walk for Peace ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan simbol seruan perdamaian lintas iman yang digelar para biksuf dari berbagai vihara di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Rute yang ditempuh menghubungkan dua wilayah budaya yang sarat nilai spiritual.
Bupati Klaten secara resmi memberangkatkan para biksuf dari halaman Pendapa Kabupaten. Dalam sambutannya, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang dinilai membawa pesan moral bagi masyarakat luas.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif para biksuf yang memilih berjalan kaki sebagai bentuk doa dan harapan bagi perdamaian. Ini menjadi contoh nyata toleransi," ujar Bupati Klaten dalam kesempatan tersebut.
Setelah dilepas, rombongan langsung bergerak menuju perbatasan Klaten-Yogyakarta. Mereka diperkirakan menempuh jarak puluhan kilometer dengan beberapa titik istirahat di sepanjang jalan.
Para biksuf berjalan dalam formasi rapi, mengenakan jubah khas, dan diiringi doa sepanjang perjalanan. Warga yang melintas di sepanjang rute tampak antusias menyaksikan iring-iringan tersebut.
Walk for Peace ini direncanakan berakhir di kawasan Yogyakarta setelah menempuh perjalanan selama beberapa hari. Kegiatan serupa sebelumnya pernah digelar di sejumlah daerah lain di Indonesia dengan tujuan yang sama: mengajak masyarakat merenungkan pentingnya hidup rukun.
Para biksuf tidak membawa atribut selain perlengkapan ibadah dan air minum. Mereka berjalan dengan kaki telanjang di sebagian besar rute, menambah kesan khidmat perjalanan spiritual ini.
Perjalanan para biksuf ini diharapkan sampai di Yogyakarta tanpa hambatan. Warga di sepanjang rute diminta untuk tetap menjaga ketertiban dan mendukung kelancaran aksi damai tersebut.