YOGYAKARTA — Program Jogja Berhati Nyaman yang digagas Pemkot Yogyakarta kini melibatkan 4.500 ASN secara rutin untuk kerja bakti di 150 titik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda kebersihan biasa, tetapi juga bagian dari implementasi Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, mengungkapkan bahwa kerja bakti massal pada 24 April lalu berhasil mengumpulkan sekitar 30 ton sampah organik. Sampah tersebut didominasi rumput liar dan tumpukan daun kering yang dibersihkan dari sejumlah lokasi, seperti Jalan Kemasan, Ngeksigondo, Jalan Pramuka, Jalan Menteri Supeno, dan Jalan Kolonel Sugiono.
Seluruh sampah organik yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan 15 armada roda tiga dan tiga dump truck milik DLH. "Sampah ini selanjutnya akan diolah menjadi pupuk organik," kata Rajwan, Kamis (24/4).
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa program ini sudah berjalan lama sebelum Gerakan ASRI dicanangkan secara nasional. Menurutnya, semangat gotong royong menjaga kebersihan lingkungan sejatinya telah menjadi budaya masyarakat Kota Yogyakarta.
"Kerja bakti ini untuk menghidupkan Jogja Berhati Nyaman sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)," ujar Hasto.
Rajwan menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan membangun budaya ASN yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. "Kerja bakti ini menumbuhkan budaya ASN yang pro-environment seperti yang selalu digaungkan Wali Kota Jogja," katanya.
Pemkot Yogyakarta tidak hanya berhenti pada pembersihan rutin. DLH saat ini tengah mengevaluasi 150 titik yang menjadi lokasi kerja bakti. Hasil evaluasi akan digunakan untuk menyesuaikan lokasi agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Ke depan, Pemkot berencana memperluas keterlibatan masyarakat. Pembersihan akan melibatkan pemilik rumah, pelaku usaha, dan tokoh masyarakat di sekitar lokasi kerja bakti. "Ini mengajak masyarakat untuk turut peduli terhadap lingkungan di sekitarnya," tambah Rajwan.
Sebagai bentuk apresiasi, DLH juga melibatkan tim juri eksternal untuk menilai pelaksanaan kerja bakti di seluruh titik. Lima lokasi terbaik akan diumumkan pada Jumat, 12 Juni 2026.
Kerja bakti pada 12 Juni 2026 mendatang akan memiliki makna khusus karena menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta. Selain 150 titik rutin, kegiatan juga akan menyasar sejumlah kawasan ikonik seperti Tugu Pal Putih, Malioboro, Kraton Jogja, dan Stadion Kridosono.
"Peringatan HUT ke-79 Pemerintah Kota Jogja menjadi momentum agar budaya menjaga kebersihan lingkungan semakin mengakar. Sehingga Kota Jogja dapat terus tampil bersih, indah, dan nyaman sebagai kota yang ramah bagi warga maupun wisatawan," ujar Rajwan.
Di wilayah Kotagede, kerja bakti dilaksanakan di sembilan titik lokasi. Mantri Pamong Praja Kemantren Kotagede, Komaru Ma'arif, menilai kegiatan ini tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan secara berkelanjutan.