DI YOGYAKARTA — Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 resmi berlaku hari ini tanpa pengumuman sebelumnya. Bagi pengguna sepeda motor atau mobil yang biasa mengisi Pertamax, selisih Rp3.950 per liter jelas cukup terasa. Apalagi jika kebiasaan mengisi penuh tangki, biaya operasional mingguan bisa naik signifikan.
Berikut harga eceran per liter yang berlaku per 10 Juni 2026 di seluruh SPBU Pertamina:
Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan kenaikan ini bukan keputusan sepihak. "Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi.
Roberth menambahkan, koordinasi dengan regulator dan fluktuasi harga minyak dunia menjadi pertimbangan utama. Meski harga naik, Pertamina memastikan pasokan di jaringan SPBU tetap aman dan tidak ada kelangkaan.
Kenaikan ini memicu pertanyaan klasik di kalangan pengguna motor matik dan sport: apakah worth it tetap menggunakan Pertamax? Untuk motor dengan kompresi mesin standar (di bawah 11:1) yang tidak mewajibkan RON 92, Pertalite tetap jadi opsi paling ekonomis. Tapi bagi pemilik motor seperti Honda PCX160, Yamaha NMax Turbo, atau motor injeksi modern dengan rasio kompresi tinggi, Pertamax masih direkomendasikan untuk menjaga performa dan mencegah knocking.
Selisih harga Rp6.250 per liter antara Pertalite dan Pertamax kini semakin lebar. Hitung-hitungannya, jika rata-rata konsumsi BBM motor 40 km/liter dan jarak tempuh 1.000 km per bulan, biaya bensin dengan Pertalite Rp250.000, sedangkan dengan Pertamax baru Rp406.250. Selisih Rp156.250 per bulan—cukup untuk sekali isi penuh tangki motor bebek.
Perlu dicatat, Pertamax dan Pertamax Green bukan satu-satunya yang mengalami penyesuaian harga. Sejak April 2026, Pertamina Dex, Dexlite, dan Pertamax Turbo sudah lebih dulu naik hingga tembus di atas Rp20.000 per liter. Kenaikan kali ini melengkapi tren penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang sudah berlangsung bertahap.
Untuk pemilik motor diesel atau kendaraan niaga ringan, harga Biosolar masih paling rendah di Rp6.800 per liter, namun penggunaannya terbatas pada kendaraan tertentu yang terdaftar.