DI YOGYAKARTA — BMKG mengonfirmasi peringatan dini tsunami pascagempa tektonik magnitudo 7,7 yang menggunakan Nagekeo, NTT, Sabtu dini hari. Wilayah dengan status Siaga mencakup kawasan Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, dan Flores Timur di NTT, serta Jeneponto di Sulawesi Selatan. Adapun status Waspada berlaku untuk Bima dan Dompu di NTB, Wajo di Sulsel, serta sebagian kawasan Flores Timur.
Waktu Kedatangan Gelombang dan Skala Guncangan
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyatakan estimasi kedatangan gelombang pertama bervariasi, mulai pukul 05.02 WIB hingga 06.01 WIB. Peringatan Dini 1 diterbitkan pada pukul 05.00 WIB atau 2 menit 16 detik pascagempa, disusul Peringatan Dini 2 pada pukul 05.09 WIB untuk memastikan respons cepat para pemangku kepentingan.
Guncangan paling kuat dilaporkan terasa di Aesesa (Nagekeo), Riung (Ngada), dan Kota Mbay pada skala VII MMI. Intensitas itu membuat warga berhamburan keluar rumah dan memicu kerusakan ringan pada sejumlah bangunan. Skala VI MMI dirasakan di Wolowae dan Bajawa, sementara skala V MMI melanda Ende, Borong, dan Ruteng.
Imbauan Evakuasi bagi Warga Pesisir
"Berdasarkan hasil pemodelan tsunami, gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Provinsi NTT, Sulawesi Selatan, dan NTB dengan status ancaman Siaga berketinggian 0,5 sampai 3 meter serta status Waspada di bawah 0,5 meter," kata Wijayanto dilansir ANTARA, Sabtu, 15 Agustus.
Masyarakat di kawasan berstatus Siaga diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat lebih tinggi. Sementara itu, warga di wilayah berstatus Waspada diimbau menjauhi pantai dan tepian sungai.
"Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," tegasnya.