KULONPROGO — Bupati Kulonprogo Agung Setyawan melantik sejumlah pejabat dalam penataan jabatan struktural dan administrator, Senin (28/9/2026). Selain rotasi, Pemkab mengisi jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah yang sebelumnya kosong.
Susilaningsih beralih dari Kepala Dinas Kesehatan menjadi Direktur RSUD Wates. Kursi Kadinkes kemudian ditempati Eko Budiarto, yang sebelumnya menjabat Direktur RSUD Wates.
Rotasi juga menyentuh Sekretaris Disdikpora Nur Hadiyanti, yang kini menjadi Inspektur Pembantu I Inspektorat Daerah. Posisinya diisi Akhid Nur, sebelumnya Sekretaris Dinas Kebudayaan, sementara kursi yang ditinggalkan Akhid diisi Sri Sugiyarti.
Kepala Dispertapang yang Kosong Akhirnya Terisi
Jabatan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan yang kosong setelah Trenggono memasuki masa pensiun kini diisi Heni Hernawati. Secara keseluruhan, bongkar pasang jabatan mencakup tiga JPT Pratama, 22 pejabat administrator, 10 pejabat pengawas, satu kepala Puskesmas, serta pengambilan sumpah PNS baru.
Agung menilai mutasi dan promosi jabatan sebagai mekanisme birokrasi yang wajar. Tujuannya menjawab kebutuhan organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Jangan terlalu lama untuk beradaptasi, segera bekerja, segera membangun koordinasi dan segera menghadirkan solusi atas persoalan-persoalan yang ada," tegas Agung.
Puskesmas Jadi Garda Terdepan yang Disorot Bupati
Agung memberi perhatian khusus pada sektor kesehatan. Ia mengingatkan Puskesmas merupakan garda terdepan pelayanan kepada masyarakat.
Jajaran fasilitas kesehatan diminta mengedepankan keramahan, kecepatan merespons kebutuhan warga, dan kepedulian. Agung juga meminta pejabat baru tidak menyalahgunakan kewenangan.
"Kualitas pelayanan, keramahan, kecepatan respon serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat harus senantiasa menjadi perhatian. Gunakanlah kewenangan secara tepat, hindari penyalahgunaan jabatan, dan senantiasa berpedoman pada peraturan perundang-undangan," tambah Agung.
BKPSDM Optimalkan Talent Pool ASN untuk Penempatan
Kepala BKPSDM Kulonprogo Triyanto Raharjo menjelaskan pengisian jabatan kali ini mengoptimalkan manajemen talent pool ASN. Talent pool adalah database yang memetakan potensi, kualifikasi, kompetensi, dan rekam jejak kinerja ASN.
Data tersebut terintegrasi untuk menyiapkan calon pemimpin sesuai prinsip sistem merit. Menurut Triyanto, pihaknya sudah memenuhi syarat untuk memakai mekanisme itu.
"Kita optimalkan pakai management talent pool karena kita memang sudah memenuhi syarat untuk itu. Kami menyajikan data dan informasi pegawai yang memenuhi syarat administratif, evaluasi kinerja, serta pertimbangan kebutuhan organisasi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK)," jelas Triyanto usai acara.
Penataan pegawai tidak hanya menjadi rotasi rutin untuk penyegaran dan mencegah kejenuhan kerja. Langkah itu juga merespons dinamika organisasi, termasuk ASN yang memasuki masa purnatugas serta penyesuaian efisiensi sekolah melalui regrouping.
Dengan pemanfaatan talent pool, penempatan pejabat diharapkan sesuai kebutuhan organisasi dan kompetensi masing-masing. Pemkab menargetkan penempatan yang tepat atau right man on the right place agar tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Kulonprogo lebih maksimal.