YOGYAKARTA — Student Fair 2026 UMY menjadi ruang bagi mahasiswa baru mengenal berbagai kegiatan kemahasiswaan di luar kelas. Acara yang digelar di Sportorium UMY ini melibatkan 32 UKM dan LM, serta Direktorat Kemahasiswaan dan Direktorat Kewirausahaan. Sejumlah tenant juga memenuhi area sekitar Sportorium selama kegiatan berlangsung.
Ketua Pelaksana Student Fair 2026 Muhammad Muttaqien menyebut acara ini sudah berjalan sejak 2022. Menurutnya, antusiasme mahasiswa terhadap kegiatan tersebut tetap tinggi dari tahun ke tahun.
"Student Fair kita mulai pada tahun 2022, kemudian berlanjut hingga sekarang. Masih bisa bertahan dan animo mahasiswa terkait acara ini sangat luar biasa sekali," ujar Muttaqien.
Voucher Rp100 Juta untuk Belanja di Tenant
Panitia menyediakan voucher gratis dengan total nilai Rp100 juta. Voucher tersebut dapat digunakan mahasiswa untuk berbelanja di tenant yang berada di sekitar Sportorium.
Penyediaan voucher ini menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa baru mengenal aktivitas dan lingkungan kemahasiswaan di UMY. Mahasiswa bisa langsung terlibat dalam suasana acara sambil mengenal berbagai komunitas yang ada.
Antusiasme Pengunjung dan Data Kehadiran
Pada penyelenggaraan sebelumnya, jumlah pengunjung Student Fair mencapai sekitar 3.700 orang. Direktur Ditmawa UMY Zain Maulana menyebut jumlah mahasiswa yang hadir pada sesi pagi Student Fair 2026 telah mencapai sekitar 2.717 orang berdasarkan data saat kegiatan berlangsung.
Zain berharap perkembangan UKM dan komunitas di lingkungan kampus diikuti dengan semakin luasnya keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aktivitas di luar kegiatan akademik.
"Semoga jumlah UKM di UMY ini semakin banyak. Begitu pula dengan jumlah komunitas dan anggotanya," harapnya.
UKM Stand Up Comedy UMY Jadi Wadah Baru
Student Fair tahun ini juga menghadirkan UKM baru, yakni UKM Stand Up Comedy UMY. Kehadiran wadah tersebut menambah pilihan kegiatan yang dapat diikuti mahasiswa.
UKM baru ini diharapkan dapat berkolaborasi dengan berbagai organisasi dan komunitas yang telah berkembang di lingkungan kampus. Mahasiswa punya opsi kegiatan seni pertunjukan yang sebelumnya belum tersedia di UMY.
Pesan Wakil Rektor: Bangun Jejaring, Bukan Cuma Akademik
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kewirausahaan, dan Alumni UMY Prof. Dr. Zuly Qodir mengingatkan mahasiswa agar pengalaman selama kuliah tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik. Menurutnya, mahasiswa perlu membangun mimpi, imajinasi, dan jejaring sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa depan.
"Karena mimpi tidak akan tercapai, maka perlu membangun networking. Networking itu sangat penting," tegasnya.
Prof. Zuly menilai keberhasilan tidak semata-mata ditentukan kemampuan akademik. Relasi yang dibangun selama masa perkuliahan juga dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan seseorang.
"Orang bisa sukses bukan karena dia pintar semata. Ada banyak orang yang sukses bukan karena pintar, tetapi karena punya banyak teman," ungkapnya.
Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan UKM, organisasi, komunitas, dan berbagai aktivitas kampus sebagai ruang untuk memperluas jaringan sekaligus mengembangkan kemampuan. Mahasiswa juga diingatkan untuk menjalani proses dengan tekun, tidak mudah mengeluh, serta memiliki daya juang.
Perubahan Pola Partisipasi Mahasiswa
Prof. Zuly turut menyoroti perubahan pola partisipasi mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan. Ia membandingkan aktivitas mahasiswa saat ini dengan masa ketika dirinya berkuliah di Yogyakarta, termasuk keberadaan kelompok studi atau study club yang menurutnya dahulu lebih banyak diminati.
"Karena itu penting diberikan inspirasi oleh para dekan, para wakil dekan dan aktivis yang lain supaya mereka memiliki imajinasi dan membangun jaringan," ujarnya.
Melalui Student Fair 2026, UMY memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menemukan kegiatan sesuai minat dan potensi masing-masing. Puluhan UKM dan lembaga mahasiswa, komunitas, serta hadirnya UKM baru menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman dan jejaring mahasiswa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.