BANTUL — Kawasan agrowisata Bukit Dermo yang sempat terbengkalai dan tidak terawat akan kembali digarap. Pemerintah Kabupaten Bantul mengalokasikan anggaran Rp3,1 miliar dari APBD untuk menyelesaikan proyek yang terletak di perbukitan Selopamioro, Imogiri, tersebut.
Pantauan beberapa waktu lalu menunjukkan kondisi lokasi yang memprihatinkan. Akses jalan menuju puncak bukit dipenuhi ilalang dan semak belukar, sementara bangunan yang sudah berdiri seperti kios toko, gazebo, dan menara pandang tampak kumuh.
Proyek pembangunan Bukit Dermo sebelumnya terhenti karena rekanan tidak menyelesaikan pekerjaan pada akhir 2024. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Jimmy Simbolon, mengungkapkan bahwa pembangunan tahap pertama baru mencapai 40 hingga 50 persen dari total perencanaan.
"Jadi kemarin itu yang tadinya dibangun oleh Dispar, itu kami lanjutkan lagi. Makanya kemarin itu kami buat perencanaan ulang," kata Jimmy, Kamis (18/6/2026).
Pihaknya memastikan tidak akan ada penambahan bangunan baru pada tahap kedua ini. Fokus pengerjaan adalah finalisasi sesuai dengan desain awal, termasuk pemolesan di sejumlah titik dan penambahan ornamen pelengkap.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Bantul, Istiyani, menyebut proyek ini bagian dari upaya mendistribusikan kunjungan wisatawan. Selama ini, kawasan pantai selatan menjadi lokasi favorit pelancong, sementara potensi wisata perbukitan di utara kurang tergarap.
"Konsepnya masih sama dengan yang lalu, kami menawarkan keindahan perbukitan dengan menara pandang sambil menikmati matahari terbenam," jelas Istiyani.
Pengerjaan Bukit Dermo direncanakan dimulai paling lambat pada triwulan kedua tahun 2027. Proyek ini akan dikerjakan oleh DPUPKP Bantul setelah melalui proses perencanaan ulang bersama Bappeda setempat.