Kantor Korwil Pendidikan Mlati Sleman Terusir demi Koperasi Desa Merah Putih, Kini Menumpang di SDN Tlogoadi

Penulis: Kemal Batubara  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 20:53:01 WIB
Korwil Pendidikan Mlati kini beroperasi di ruang kelas SDN Tlogoadi setelah gedung lama dialihfungsikan untuk Koperasi Desa Merah Putih.

SLEMAN — Aktivitas administrasi pendidikan di Kapanéwon Mlati, Sleman, kini berlangsung di ruang terbatas. Kantor Korwil Pendidikan Mlati resmi beroperasi dari SDN Tlogoadi setelah gedung sebelumnya diambil alih untuk kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tlogoadi.

Korwil Pendidikan Mlati merupakan unit pelaksana teknis yang membawahi puluhan sekolah dasar dan menengah di wilayah tersebut. Dengan tergusurnya kantor ini, puluhan staf dan guru yang biasa mengurus administrasi keguruan, data siswa, serta pencairan tunjangan harus beradaptasi dengan fasilitas darurat.

Gedung Lama Disulap Jadi Koperasi Desa

Koperasi Desa Merah Putih merupakan program nasional yang digagas pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi desa. Di Tlogoadi, gedung eks Korwil Mlati dianggap lebih strategis dan representatif untuk dijadikan pusat kegiatan koperasi dibandingkan bangunan lain di desa.

"Kami tidak bisa berbuat banyak. Ini keputusan desa dan pemerintah di atas. Yang penting layanan pendidikan ke sekolah-sekolah tidak boleh macet," ujar seorang staf Korwil Mlati yang enggan disebutkan namanya, ditemui di lokasi penumpangan, Selasa (18/3).

Menumpang di SDN Tlogoadi, Ruang Gerak Terbatas

Di SDN Tlogoadi, Korwil Mlati hanya mendapat jatah satu ruang kelas yang difungsikan sebagai kantor bersama. Meja-meja kerja berjejer di sudut ruangan, sementara arsip dan dokumen ditumpuk di rak tambahan yang diselipkan di lorong sekolah.

Kondisi ini dinilai kurang ideal untuk pelayanan publik. Sebelumnya, Korwil Mlati memiliki ruang tunggu dan loket khusus untuk menerima kunjungan kepala sekolah atau guru yang mengurus administrasi. Kini, proses tersebut dilakukan di ruang sempit yang juga digunakan untuk rapat internal.

Dampak pada Layanan Administrasi Guru dan Sekolah

Beberapa guru yang ditemui mengaku terganggu dengan kondisi baru ini. Antrean pengurusan dokumen menjadi lebih panjang karena keterbatasan ruang dan petugas. "Biasanya cepat, sekarang harus nunggu giliran karena petugasnya kewalahan. Ruang sempit, bawa berkas banyak jadi susah," keluh seorang guru SD di Mlati yang enggan disebut identitasnya.

Meski demikian, pihak Korwil memastikan bahwa layanan pencairan tunjangan sertifikasi guru dan pengurusan nomor induk siswa nasional tetap berjalan seperti biasa. "Kami upayakan tidak ada yang tertunda. Hanya saja, kenyamanan memang berkurang," tambah staf Korwil tersebut.

Belum Ada Kepastian Relokasi ke Gedung Baru

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan dari Pemerintah Kabupaten Sleman atau Dinas Pendidikan setempat mengenai rencana pembangunan atau penyediaan gedung baru untuk Korwil Mlati. Proses penumpangan di SDN Tlogoadi diperkirakan akan berlangsung dalam waktu yang belum ditentukan.

Koperasi Desa Merah Putih sendiri mulai beroperasi secara bertahap di sejumlah desa di Sleman. Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi desa, meskipun dalam praktiknya kerap berbenturan dengan kebutuhan fasilitas publik lain seperti pendidikan.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: radarjogja.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top