Workshop LAIndieMovie Jogja Diserbu 600 Peserta, Joko Anwar Ungkap Kunci Bikin Cerita Film Orisinil

Penulis: Galih Prayoga  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:48:01 WIB
Peserta workshop LAIndieMovie Jogja memadati Gedung Pertemuan Taman Perwacy dengan antusiasme tinggi.

YOGYAKARTA — Antusiasme pegiat film independen terhadap workshop LAIndieMovie yang digelar di Gedung Pertemuan Taman Perwacy Jogja melampaui ekspektasi. Director of Padi Padi Creative selaku mitra organizer, Rina Damayanti, mencatat jumlah peserta nyaris tembus 600 orang hingga siang hari.

"Ini juga menunjukkan bahwa teman-teman Jogja yang ingin menekuni dunia film tuh banyak, antusiasnya luar biasa. Bahkan kita cek dari Semarang, dari Salatiga, ya, ada yang dari Kudus juga," ujar Rina.

Joko Anwar: Ide Tak Boleh Sekadar Ikut Tren

Di sesi Ideation Session, Joko Anwar bersama produser Tia Hasibuan membeberkan materi tentang proses kreatif pembuatan cerita. Joko menyoroti kebiasaan sineas yang kerap mengejar topik hangat demi relevansi.

"Kepengin menegaskan bahwa ide itu tidak berasal dari luar, tapi berasal dari dalam. Kan sekarang kan banyak filmmaker, bahkan yang sudah senior, percaya kalau bikin film itu harus, apa ya sekarang lagi dibicarakan orang ya, apa sekarang yang tren?" terang Joko.

Sutradara film Janji Joni itu menganalogikan proses pembuatan film seperti komunikasi antarmanusia. Menurutnya, komunikasi yang otentik selalu berangkat dari pengalaman dan pemikiran pribadi, bukan dari tekanan eksternal.

"Padahal kan, seharusnya membuat film itu kan sama seperti kita berkomunikasi dengan orang. Kalau kita ingin melakukan komunikasi dengan orang, kan berasal dari diri kita sendiri, bukan dari luar," sambungnya.

Yang Dicari: Sineas dengan Suara Sendiri, Bukan Replika

Joko Anwar menegaskan bahwa LAIndieMovie tidak sekadar mencari cerita yang menarik, melainkan sineas yang memiliki identitas kuat. Para peserta yang ceritanya terpilih dalam sesi Story Pitch berhak mendapat mentoring dan dukungan produksi senilai Rp 100 juta per pemenang.

"Yang dicari adalah filmmaker yang memiliki suara, memiliki suara sendiri. Jadi bukan mencoba untuk mereplikasi, apa yang biasanya diutarakan oleh filmmaker lain. Jadi filmmaker yang memang punya suara sendiri," terang Joko.

Rumah produksi Joko Anwar dan Tia Hasibuan, Come and See Pictures, bahkan membuka peluang mengambil cerita dari peserta workshop untuk diproduksi. "Kita selalu mencoba untuk mencari sumber-sumber apa pun itu cerita, filmmaker, dari luar PH kita. Kalau ada yang bagus ya pasti kita ajak, ajak ngobrol," ujar Joko.

Peserta Datang dari Semarang hingga Kudus demi Mentoring

Salah satu peserta asal Jogja, Lutfi Prasetyo, mengaku tertarik mengikuti workshop karena ingin mendapat inspirasi langsung dari para sineas senior. Ia mengaku kerap terjebak pada pendekatan teknis saat merancang cerita.

"Yang pengen banget tuh, jujur aku yang bagiannya Mas Joko sama Mbak Tia. Kebetulan aku belajar tentang film gitu, seringnya kita dapat ide tuh dari memikirkan teknis dulu. Tapi gimana sih caranya bisa memikirkan sebuah konsep atau ide bukan dari teknis, tapi dari sesuatu yang nggak ada," ungkap Lutfi.

Empat Sesi Workshop dan Agenda Hari Kedua

Workshop hari pertama terbagi menjadi empat sesi. Pembukaan dimulai dengan Inspiration Session bersama Asmara Abigail, Loeloe Hendra, dan Garin Nugroho. Sesi kedua diisi oleh Tia Hasibuan dan Joko Anwar. Selanjutnya, Visual Session bersama Dita Gambiro dan Ical Tanjung, serta Post-pro Session bersama Andhy Pulung, Upie Guava, dan Odair Faleco.

Pada hari kedua, Minggu (21/6), agenda berlanjut dengan Story Pitch dan Talent Hunt. Peserta yang sudah mengikuti workshop hari pertama diminta membentuk kelompok berisi produser, sutradara, dan penulis naskah. Mereka menyusun ide cerita dalam bentuk naskah yang akan dikurasi menjadi 10-15 karya.

Naskah terpilih kemudian dipresentasikan langsung di hadapan dewan juri yang terdiri dari Joko Anwar, Tia Hasibuan, dan Asmara Abigail. Kelompok pemenang akan mendapat pendanaan produksi film melalui program LAIndieMovie.

"Nah, yang seperti ini tuh nggak cuma kesempatan pitching ya, tapi bagaimana teman-teman bisa langsung berkenalan langsung ya, dan mudah-mudahan itu bisa menjadi pembuka," pungkas Rina.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top