SPMB SMPN di Kulonprogo Full Online, Orang Tua Masih Datang ke Sekolah Minta Bantuan Guru Daftarkan Anak

Penulis: Kemal Batubara  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 17:12:02 WIB
Orang tua di SD Negeri Kranggan mendampingi anak saat pendaftaran SPMB SMPN secara online di Kulonprogo.

KULONPROGO — Transformasi layanan pendidikan ke sistem digital di Kulonprogo belum sepenuhnya menghilangkan kebutuhan pendampingan tatap muka. Pada hari pertama pendaftaran SPMB SMPN, Kamis (25/6/2026), sejumlah orang tua di SD Negeri Kranggan, Galur, terlihat datang bersama anak mereka untuk meminta bantuan guru mengakses platform dan mengunggah dokumen.

Guru Jadi "Help Desk" Pendaftaran Digital

Kepala SD Negeri Kranggan, Winarsih, mengatakan sekolah rutin menyediakan layanan pendampingan pendaftaran setiap tahun, termasuk setelah sistem seleksi beralih ke platform online. Menurutnya, masih banyak orang tua yang kurang percaya diri melakukan pendaftaran mandiri karena khawatir salah langkah.

"Banyak wali murid yang belum terbiasa dengan teknologi, belum akrab dengan internet, atau masih ragu dengan proses pendaftaran karena takut anaknya tidak lolos seleksi akibat kesalahan teknis," ujarnya.

Bukan Sekadar Unggah Berkas, Juga Konsultasi Pilihan Sekolah

Winarsih menegaskan layanan yang diberikan sekolah tidak terbatas pada bantuan teknis unggah dokumen. Guru juga memberikan konsultasi mengenai pilihan sekolah yang sesuai dengan kemampuan akademik siswa. Guru kelas dinilai lebih memahami perkembangan akademik peserta didik sehingga bisa memberi masukan realistis terkait peluang diterima di sekolah tertentu.

"Kami ingin membantu meringankan beban orang tua sekaligus memberikan gambaran yang realistis mengenai peluang anak mereka," katanya.

Pendampingan ini, lanjut Winarsih, juga bertujuan mengurangi kebingungan orang tua yang kerap mencari informasi dari berbagai sumber dengan tingkat akurasi berbeda.

SMPN 1 Galur Tetap Favorit, Kuota 128 Kursi

Mayoritas lulusan SD Negeri Kranggan tahun ini memilih SMP Negeri 1 Galur sebagai tujuan utama. Sekolah tersebut dikenal memiliki reputasi akademik baik dan menjadi favorit siswa dari wilayah Galur dan sekitarnya. Pada tahun ajaran ini, SD Negeri Kranggan meluluskan 15 siswa dengan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) berkisar antara 202 hingga 266.

Operator Teknis SPMB SMP Negeri 1 Galur, Muhammad Nurrudin, mengungkapkan proses pendaftaran sejauh ini berlangsung relatif lancar. Kuota penerimaan siswa baru di sekolahnya mencapai 128 peserta didik yang terbagi dalam empat rombongan belajar.

Nurrudin mengakui sempat terjadi gangguan teknis atau bug pada sistem di beberapa kesempatan. Namun, kendala tersebut dapat segera ditangani oleh tim pengembang aplikasi sehingga tidak mengganggu proses seleksi secara signifikan.

Pendampingan Tetap Diberikan Meski Siswa Sudah Lulus

Winarsih memastikan pihak sekolah tetap memberikan pendampingan kepada para lulusan meskipun mereka secara administratif sudah tidak lagi menjadi peserta didik SD Negeri Kranggan. "Kami tetap berusaha mendampingi mereka agar dapat diterima di sekolah lanjutan yang sesuai," ujarnya.

Pelaksanaan SPMB secara penuh daring di Kulonprogo menjadi bagian dari upaya digitalisasi layanan pendidikan. Namun, pengalaman hari pertama pendaftaran menunjukkan bahwa peran sekolah sebagai jembatan antara orang tua dan sistem digital masih sangat dibutuhkan.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top