JAFF Market 2026 di Yogyakarta Targetkan Lahirkan Kolaborasi Baru untuk Perkuat Ekosistem Film Nasional

Penulis: Indra Firmansyah  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53:31 WIB
JAFF Market 2026 di Yogyakarta menjadi ajang kolaborasi pelaku industri film nasional untuk memperkuat ekosistem.

YOGYAKARTA — JAFF Market 2026 tidak sekadar menjadi pameran film biasa. Event ini dikonsep sebagai ruang strategis bagi para pelaku industri untuk mencari pendanaan, memperluas jaringan, hingga memasarkan karya ke pasar yang lebih luas.

Bukan Sekadar Mengejar Jumlah Penonton

Market Director JAFF Market Linda Gozali menegaskan bahwa capaian jumlah penonton bukan satu-satunya indikator keberhasilan industri film. Menurut dia, yang lebih penting adalah bagaimana ekosistem bisa terus tumbuh dan memberi ruang bagi lebih banyak pelaku.

"Setiap tahunnya dalam keadaan ekonomi seperti apapun, kita berupaya supaya kita tidak cuma melihat angka," kata Linda dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan, makna di balik angka penonton justru menjadi pijakan untuk memperluas kolaborasi. Semakin besar minat masyarakat, semakin terbuka peluang bagi sineas untuk menjangkau pasar domestik yang potensial.

Optimisme di Tengah Tren Positif

Linda menilai paruh pertama 2026 menunjukkan tren positif. Jumlah film Indonesia yang tembus lebih dari satu juta penonton meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Optimisme ini, kata dia, harus didukung dengan memperluas akses masyarakat terhadap film lokal.

"Di sinilah kemudian film itu harus menemukan jalannya menuju pasar domestik yang paling besar dan yang paling potensial," ujarnya.

JAFF Market hadir untuk menjawab tantangan itu. Event ini menjadi wadah bagi sineas untuk bertemu langsung dengan investor dan mitra strategis, sehingga kolaborasi bisa berlanjut ke tahap produksi dan distribusi.

Dukungan Pemerintah untuk Keberlanjutan Industri

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut JAFF Market sebagai platform penting yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kreator, produser, sutradara, hingga investor. Menurut dia, keberadaan film market menjadi salah satu fondasi utama menjaga keberlanjutan industri.

"Yang paling penting adalah keberlangsungan, keberlanjutan, sustainability," kata Fadli saat menyambut konferensi pers JAFF Market 2026.

Pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem dari hulu ke hilir. Fokusnya meliputi pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas penulisan skenario, serta afirmasi terhadap tema-tema film yang masih kurang mendapat perhatian.

Menuju Pasar Global

Fadli berharap JAFF Market terus berkembang menjadi ajang bertaraf internasional. Dengan begitu, karya sineas Indonesia bisa menembus pasar global dan memperkuat posisi film nasional di kancah dunia.

JAFF Market 2026 akan berlangsung di Yogyakarta pada 28-30 November, dengan Amar Bank sebagai mitra utama. Berbagai program telah disiapkan untuk membuka peluang pendanaan, jejaring, dan distribusi bagi para peserta.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top