PLN Resmi Alihkan Pengelolaan Rumah BUMN Gunungkidul ke UID Yogyakarta, Target Perkuat Ekosistem UMKM

Penulis: Hendri Saputra  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 11:59:31 WIB
PLN resmi alihkan pengelolaan Rumah BUMN Gunungkidul ke UID Yogyakarta untuk perkuat ekosistem UMKM.

YOGYAKARTA — PT PLN (Persero) resmi mengalihkan pengelolaan Rumah BUMN Gunungkidul dari PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah ke PLN UID Yogyakarta. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyesuaian organisasi sekaligus strategi memperkuat pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Kabupaten Gunungkidul.

Capaian Sebelumnya: Dampak Sosial Enam Kali Lipat

Selama di bawah pengelolaan PLN UID Jawa Tengah, Rumah BUMN Gunungkidul mencatat sejumlah capaian positif. Program pembinaan yang dijalankan berhasil mendorong peningkatan kapasitas produksi dan penjualan UMKM binaan, memperluas jejaring kemitraan, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta.

Salah satu capaian yang menonjol adalah nilai dampak sosial program. Berdasarkan hasil pengukuran lembaga independen, dampak sosial yang dihasilkan mencapai enam kali lipat dibandingkan investasi sosial yang diberikan.

Direktur Rumah BUMN Gunungkidul Edhy Surbakti menyebut keberhasilan itu hasil sinergi seluruh pihak yang berkomitmen mendukung pertumbuhan UMKM lokal. “Fokus utama kami adalah menghadirkan dampak sosial yang nyata melalui peningkatan kapasitas dan kualitas UMKM. Hasilnya terlihat dari peningkatan produksi, penjualan, hingga terbukanya peluang kolaborasi dengan berbagai stakeholder,” ujar Edhy.

Ia menambahkan, produk UMKM binaan telah dipercaya menjalin kerja sama dengan salah satu jaringan hotel terbesar di Indonesia. “Ini menjadi bukti bahwa kualitas produk dan proses pembinaan yang dilakukan telah mendapat kepercayaan pasar,” kata Edhy.

Fokus Baru: Digitalisasi, Ekspor, dan Batik Lokal

Memasuki pengelolaan baru di bawah PLN UID Yogyakarta, Rumah BUMN Gunungkidul diharapkan semakin berkembang sebagai pusat pemberdayaan dan inkubasi UMKM. Senior Manager Non Teknik PLN UID Yogyakarta Deny Setiawan menyampaikan apresiasi atas fondasi yang telah dibangun pengelola sebelumnya.

“Kami optimistis Rumah BUMN Gunungkidul dapat menjadi salah satu inkubator UMKM terbaik di wilayah Yogyakarta. PLN UID Yogyakarta berkomitmen memperkuat supervisi program dan memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, industri perhotelan, hingga pelaku usaha lainnya,” kata Deny.

Ke depan, ada tiga program pengembangan yang menjadi prioritas. Pertama, percepatan transformasi digital bagi pelaku UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kedua, pendampingan ekspor bagi UMKM yang siap memasuki pasar global. Ketiga, penguatan UMKM sektor fashion berbasis budaya lokal seperti batik dan kain tradisional.

Target: UMKM Gunungkidul Tembus Pasar Regional dan Nasional

Melalui sinergi yang semakin kuat antara PLN UID Yogyakarta, pemerintah daerah, dan berbagai stakeholder, Rumah BUMN Gunungkidul diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Deny menargetkan UMKM binaan tidak hanya berkembang di Gunungkidul, tetapi juga memiliki peluang pasar di tingkat regional dan nasional.

“Agar UMKM memiliki peluang pasar yang semakin luas, tidak hanya di Gunungkidul tetapi juga di tingkat regional dan nasional,” ujar Deny.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top