BANTUL — Simpang Tiga Piyungan yang merupakan jalur utama penghubung Kota Yogyakarta dengan kawasan wisata di Gunungkidul resmi dibuka penuh. Langkah ini diambil menyusul prediksi peningkatan volume kendaraan yang signifikan selama masa liburan sekolah.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyatakan bahwa pembukaan normal dilakukan secara sementara. Pengerjaan proyek rigid beton yang sempat mempersempit badan jalan akan dilanjutkan kembali setelah masa normalisasi berakhir.
"Alasan kembali dibuka secara normal adalah menimbang saat ini sedang musim libur anak sekolah supaya tidak terjadi kemacetan," ujar Rita, Selasa (30/6/2026). Menurutnya, Piyungan merupakan titik krusial yang kerap mengalami perlambatan arus kendaraan, terutama saat liburan.
Sebelumnya, proyek pemasangan rigid beton yang dimulai sejak 8 Juni 2026 menyebabkan penyempitan di ruas Jalan Jogja–Wonosari. Kondisi itu memicu antrean panjang karena sebagian badan jalan digunakan untuk pekerjaan konstruksi.
Meski arus lalu lintas telah kembali lancar, proyek peningkatan jalan belum sepenuhnya rampung. Pengerjaan rigid beton dijadwalkan berlanjut pada sisi utara jalan mulai 16 Juli 2026.
Polres Bantul mengimbau pengendara tetap waspada saat melintasi kawasan Simpang Tiga Piyungan. Sisa material proyek dan aktivitas pekerja masih berada di sekitar lokasi, sehingga kecepatan kendaraan perlu dikurangi meskipun jalan terlihat longgar.
Dengan dibukanya seluruh lajur, perjalanan menuju destinasi wisata di Gunungkidul seperti Pantai Parangtritis, Pantai Indrayanti, dan kawasan karst diharapkan lebih lancar. Kebijakan ini juga mengurangi potensi kemacetan parah yang kerap terjadi di titik tersebut setiap musim liburan.
Peningkatan volume kendaraan menuju Gunungkidul dipastikan akan terus terjadi hingga pertengahan Juli. Pembukaan normal Simpang Tiga Piyungan menjadi solusi jangka pendek sebelum proyek infrastruktur dilanjutkan kembali.