DI YOGYAKARTA — Laga babak 16 besar yang digelar di Georgia itu berjalan di luar dugaan. Mesir tampil tanpa rasa takut dan sukses membuat Argentina frustrasi sepanjang 70 menit pertama. Namun, tiga gol dalam 11 menit terakhir mengubah segalanya dan memastikan langkah La Albiceleste ke babak delapan besar.
Mesir membuka keunggulan pada menit ke-15 lewat sundulan Ibrahim memanfaatkan sepak pojok Attia. Argentina punya peluang emas menyamakan skor enam menit kemudian saat Tagliafico dijatuhkan di kotak terlarang. Namun, eksekusi Messi berhasil diblok kiper Mostafa Shobeir.
Mesir nyaris menggandakan keunggulan lebih awal. Zico mencetak gol pada menit ke-58, tetapi VAR menganulirnya karena Attia melanggar Lisandro Martinez di awal serangan. Meski demikian, tim asuhan Hossam Hassan tak patah semangat.
Pada menit ke-67, skema serangan balik cepat yang diprakarsai Mohamed Salah berbuah gol kedua. Umpan tarik Hassan dari sisi kanan diselesaikan Zico dari jarak dekat. Argentina kini tertinggal 0-2 dan waktu terus berjalan.
Situasi mulai berubah pada menit ke-79. Umpan silang Messi dari sayap kanan disundul Cristian Romero untuk memperkecil ketertinggalan. Gol itu mengubah momentum secara drastis. Mesir yang sebelumnya nyaman bertahan mulai goyah di bawah tekanan Argentina.
Lima menit berselang, Messi akhirnya menebus kegagalan penaltinya. Ia mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Shobeir. Publik Atlanta yang memadati stadion bergemuruh.
Puncak drama terjadi pada menit ke-90. Enzo Fernandez menjadi pahlawan Argentina dengan gol ketiga yang memastikan kemenangan 3-2. Tim juara bertahan pun lolos ke perempat final dengan cara paling dramatis.
Kemenangan ini membuat Argentina tetap berada di jalur mempertahankan gelar juara dunia. Mereka akan menghadapi pemenang laga antara Brasil dan Kolombia di babak delapan besar. Bagi Mesir, kekalahan ini menjadi pukulan telak setelah mereka tampil impresif dan nyaris menyingkirkan sang juara bertahan.