JOGJA — Mantri Pamong Praja Kemantren Wirobrajan, Rahmi Anggraini, mengatakan inovasi ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam merawat fasilitas publik. Trotoar, menurutnya, bukan sekadar jalur pejalan kaki, melainkan bagian dari wajah kawasan yang harus dijaga bersama.
“Melalui gerakan ini kami ingin membangun kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan dan kerapian trotoar sebagai ruang publik yang aman dan nyaman,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Empat Ruas Jalan Disasar, Petugas Turun ke Lapangan
Lurah Wirobrajan, Sri Suwardani, menjelaskan seluruh pegawai kelurahan diterjunkan melakukan sosialisasi langsung di Jalan R.E. Martadinata, Pierre Tendean, S. Parman, dan Patangpuluhan. Sasaran meliputi tempat usaha, rumah warga, perkantoran, serta rumah ibadah yang berada di tepi jalan utama.
Dalam kunjungan itu, petugas memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan trotoar sebagai fasilitas publik yang digunakan bersama. Setiap penanggung jawab lokasi diminta mengisi dan menandatangani Surat Kesanggupan sebagai bentuk komitmen berkelanjutan.
Antusiasme Warga Jadi Modal Keberlanjutan
Kelurahan Wirobrajan mengapresiasi sambutan positif dari para pemilik usaha, warga, pengelola perkantoran, maupun pengurus rumah ibadah. Komitmen yang telah dituangkan dalam surat kesanggupan diharapkan diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar formalitas.
Rahmi berharap pendekatan langsung ini mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, Gerakan Bapak Asuh Trotoar tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya gotong royong dan kepedulian terhadap ruang publik.
“Melalui gerakan ini, kami ingin membangun kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan dan kerapian trotoar sebagai ruang publik yang aman dan nyaman,” pungkasnya.