JAKARTA — Pasar modal Indonesia memulai perdagangan dengan nada negatif. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.27 WIB, indeks sempat dibuka di posisi 6.507,14 sebelum akhirnya terkoreksi ke level 6.480,58. Kapitalisasi pasar BEI pada awal sesi tercatat mencapai Rp11.355 triliun.
Sebanyak 390 saham lainnya tercatat stagnan, menunjukkan dominasi tekanan jual di hampir seluruh sektor. Kondisi ini berbanding terbalik dengan penguatan yang sempat terjadi pada beberapa sesi sebelumnya.
Tekanan paling dalam terlihat pada PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang merosot 2,49 persen ke level Rp5.875. Saham perbankan juga ikut tertekan, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 1,57 persen menjadi Rp3.130.
PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) tak luput dari koreksi, melemah 1,18 persen ke Rp3.360. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) tercatat turun 0,95 persen, sementara PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) mengoreksi 0,93 persen.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menjelaskan bahwa pelaku pasar sedang fokus mencermati hasil review FTSE Russell. Perubahan komposisi indeks tersebut akan berlaku efektif pada September 2026 dan berpotensi memicu pergerakan dana asing.
Pelemahan pada awal pekan ini juga dipicu aksi profit taking setelah penguatan sebelumnya. Saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), BBRI, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi kontributor utama tekanan terhadap indeks pada perdagangan Senin (24/8/2026).
Selain perkembangan FTSE Russell, investor turut menanti rilis data neraca pembayaran Indonesia (NPI) serta data uang beredar periode Juli 2026 yang dijadwalkan keluar pekan ini.
Reza memperkirakan IHSG pada perdagangan Rabu ini akan bergerak mixed to positive. Area support berada di level 6.455 hingga 6.400, sedangkan resistance berada pada level 6.568.
Secara teknikal, tren bullish IHSG dinilai masih terjaga selama indeks mampu bertahan di atas level 6.455. Jika bertahan, indeks berpeluang kembali menguji resistance 6.568.
Sementara itu, Tim Analis MNC Sekuritas menilai IHSG sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c). Kondisi tersebut membuka peluang koreksi jangka pendek untuk menguji area support 6.429—6.453.
"Apabila mampu bertahan dan berbalik arah, target penguatan IHSG berikutnya diperkirakan berada di rentang 6.570—6.600," tulis Tim Analis MNC Sekuritas dalam publikasi riset harian, dikutip pada Selasa (25/8/2026). "MA20 di level 6.328 menjadi support berikutnya."
Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Informasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham.