Pemkab Sleman Tuntaskan Transfer Depo Pandowoharjo, Donokerto Menunggu Anggaran ABT

Penulis: Hendri Saputra  •  Rabu, 30 September 2026 | 06:18:01 WIB
Kepala Bappeda Sleman menyampaikan pembangunan transfer depo di Pandowoharjo telah selesai.

SLEMAN — Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Isti Kurniati, mengatakan transfer depo yang telah selesai dibangun berada di Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman. Pembangunan fasilitas itu menjadi bagian persiapan sistem pengelolaan sampah sebelum PSEL Regional DIY beroperasi.

"Pembangunan satu transfer depo di Pandowoharjo sudah selesai. Lalu, pembangunan satu transfer depo di Donokerto, anggaran nanti masih di ABT," kata Isti saat dihubungi, Selasa (29/9/2026).

Transfer depo berfungsi mendukung proses pengumpulan dan pengangkutan sampah menuju fasilitas pengolahan. Keberadaannya menjadi simpul antara sampah yang dihasilkan warga dan fasilitas PSEL di kawasan Piyungan.

Anggaran Rp 4,5 Miliar untuk Transfer Depo di Kapanewon yang Belum Punya Fasilitas

Pemkab Sleman sebelumnya mengalokasikan anggaran Rp 4,5 miliar untuk pembangunan transfer depo di kapanewon yang belum memiliki fasilitas tersebut. Anggaran itu diperkirakan mencapai Rp 750 juta untuk setiap titik.

Selain membangun transfer depo, Pemkab Sleman masih memiliki kewajiban menyiapkan lahan untuk mendukung proyek PSEL di kawasan Piyungan. Penyiapan lahan dilakukan melalui skema pembagian pendanaan dengan pemerintah daerah lain.

"Untuk pematangan lahan di Piyungan kan sharing dana. Dana kami transfer ke Pemkot Yogyakarta. Tapi besarannya saya lupa," ujar Isti.

PSEL Regional DIY Ditargetkan Beroperasi 2028 di Utara TPA Piyungan

PSEL Regional DIY direncanakan menjadi fasilitas pengolahan sampah yang melayani wilayah aglomerasi Yogyakarta. Fasilitas tersebut dibangun di kawasan Piyungan, tepatnya di sebelah utara TPA Regional Piyungan, dan diperkirakan baru beroperasi pada 2028.

Dalam skema itu, Sleman diproyeksikan memperoleh kuota pengolahan sampah sebanyak 450 ton per hari. Kuota tersebut menentukan seberapa besar volume sampah dari Bumi Sembada yang bisa diproses di fasilitas regional tersebut.

Delapan Dump Truk Disiapkan, Petugas Pendamping Dibentuk di 17 Kapanewon

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Junaidi, mengatakan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab menyediakan sarana dan prasarana pengumpulan serta pengangkutan sampah. Penyediaan itu menjadi bagian dukungan terhadap operasional PSEL pada masa mendatang.

Pemkab Sleman telah melakukan pengadaan delapan unit dump truk. Armada tersebut nantinya digunakan untuk menunjang sistem pengumpulan dan pengangkutan sampah menuju PSEL Regional DIY.

Sambil menunggu PSEL beroperasi, Sleman memperkuat pengelolaan sampah secara mandiri selama masa transisi. Salah satu upayanya dengan membentuk petugas pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.

Petugas tersebut bertugas memperkuat edukasi, pendataan, monitoring, dan evaluasi pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Saat ini, Bumi Sembada memiliki 44 TPS3R, tiga TPST, 14 transfer depo, dan 301 bank sampah.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top