12 Kuliner Hits Dekat Malioboro Jogja, dari Soto Lenthok hingga Oseng Mercon Bu Narti

Penulis: Hendri Saputra  •  Rabu, 30 September 2026 | 13:46:04 WIB
Soto Lenthok Pak Gareng dekat Stasiun Tugu dan Malioboro menyajikan soto bening berempah dengan perkedel singkong goreng.

YOGYAKARTA — Kawasan Malioboro tidak hanya dikenal sebagai pusat seni budaya dan belanja cinderamata. Lorong-lorong pasar tradisional hingga warung tenda di trotoar jalan menyimpan warisan kuliner yang sarat kearifan lokal. Wisatawan yang mendambakan keaslian resep tempo dulu justru semakin banyak mencari jajanan kaki lima di kawasan ini.

Berwisata ke Kota Pelajar tidak lagi sekadar menikmati arsitektur keraton atau berbelanja batik. Petualangan rasa di sekitar Malioboro menawarkan pengalaman budaya tersendiri. Setiap sudut wilayah menyajikan makanan khas dengan cita rasa yang mengundang penasaran.

Soto Lenthok Pak Gareng, Sarapan Tradisional Dekat Stasiun Tugu

Bagi pencinta kuliner pagi, Soto Lenthok Pak Gareng menjadi destinasi yang wajib dicoba. Lokasinya berada dekat Stasiun Tugu dan Malioboro. Nama "lenthok" berasal dari bahan pelengkap berupa perkedel kecil berbahan singkong tumbuk yang digoreng garing.

Perkedel itu disajikan di dalam mangkuk bersama irisan daging ayam suwir, tauge segar, dan kuah soto bening berempah. Aroma harum seledri dan bawang goreng memberi kehangatan tersendiri bagi perut di pagi hari.

Penikmat kuliner dapat menambahkan aneka sate jeroan dan tempe mendoan sebagai lauk pelengkap. Kombinasi ini menjadikan sarapan di dekat Malioboro sebagai pengalaman gastronomi tradisional yang berkesan.

Oseng-Oseng Mercon Bu Narti, Ikon Kuliner Malam yang Membakar Lidah

Yogyakarta memiliki satu ikon kuliner malam yang sangat terkenal di dekat Malioboro, yakni Oseng-Oseng Mercon Bu Narti. Hidangan ini menggunakan bahan utama tetelan daging sapi, kikil, dan gajih. Semua dimasak bersama lautan cabai rawit merah dalam jumlah masif.

Tingkat kepedasannya luar biasa, siap meledak di dalam mulut layaknya petasan. Meski terkenal membakar lidah, oseng-oseng mercon ini memiliki penggemar setia dari berbagai penjuru daerah. Disajikan bersama sepiring nasi putih hangat untuk meredakan kepedasan.

Hidangan ini menjadi destinasi wajib bagi wisatawan berjiwa petualang yang ingin menguji ketahanan lidah. Kuliner super pedas khas Jogja ini menjadi salah satu buruan utama saat malam tiba.

Bakpia Pathok 25, Oleh-Oleh Legendaris yang Tak Pernah Sepi

Bakpia Pathok 25 melengkapi daftar kuliner hits di sekitar Malioboro. Toko oleh-oleh legendaris ini menyajikan bakpia dengan aneka isian, mulai dari kacang hijau hingga varian rasa modern. Lokasinya berada di kawasan Pathok, tidak jauh dari pusat kota.

Wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta hampir selalu menyempatkan mampir ke gerai ini. Bakpia menjadi buah tangan khas yang wajib dibawa pulang. Keberadaannya yang sudah puluhan tahun menjadikannya bagian dari sejarah kuliner kota.

Mengapa Kuliner Tempo Dulu Masih Dicari Wisatawan

Eksistensi kuliner tempo dulu di sekitar Malioboro justru semakin kuat di tengah inovasi makanan kontemporer. Wisatawan mendambakan keaslian resep turun-temurun dari para peracik lokal. Pengalaman mencicipi makanan tradisional memberi wawasan budaya tentang cara masyarakat setempat mengolah hasil bumi.

Mengetahui karakteristik menu, keunikan rasa, hingga lokasi strategis setiap tempat makan membantu wisatawan menyusun perjalanan yang terstruktur. Dua belas kuliner hits dekat Malioboro siap menyambut kedatangan wisatawan bersama keluarga atau sahabat.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: jogja.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top