Wayang Jogja Night Carnival 2026 Pindah Panggung ke Titik Nol Kilometer, 14 Kemantren Tampil di Sumbu Filosofi

Penulis: Jamal Nasution  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:47:01 WIB
Parade Wayang Jogja Night Carnival 2026 digelar di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer, Rabu (7/10) malam.

YOGYAKARTA — Perhelatan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 berlangsung di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer, Rabu (7/10) malam. Gelaran ini menandai puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta. Sebanyak 14 kemantren di Kota Yogyakarta terlibat dalam parade kebudayaan tersebut.

Ke-14 kemantren yang memeriahkan WJNC 2026 meliputi Kotagede, Gedongtengen, Pakualaman, Kraton, Umbulharjo, Mantrijeron, Mergangsan, Jetis, Danurejan, Wirobrajan, Gondomanan, Tegalrejo, Gondokusuman, dan Ngampilan. Masing-masing menampilkan parade dengan tokoh wayang yang berbeda.

14 Tokoh Wayang yang Diarak dalam Parade

Parade WJNC 2026 menghadirkan 14 tokoh wayang, yakni Bhatari Gagarmayang, Prabu Nilaudraka, Bhatara Guru, Bhatara Penyarikan, Bhatara Bayu, Bhatara Sambu, Bhatara Daneswara, Bhatara Uma, Sang Hyang Candra, Bhatara Indra, Bhatara Brahma, Bhatara Nurada, Bhatara Kamajaya, dan Bhatara Surya.

Tokoh-tokoh tersebut diarak sepanjang Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Ribuan masyarakat menyaksikan langsung parade yang berlangsung di ruang terbuka tersebut.

Makna Tema Ganakalajaya dan Pesan "Ora Mingkuh"

Tema Ganakalajaya yang mengisahkan kelahiran Dewa Ganesha diusung dalam WJNC 2026. Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, saat membacakan sambutan Gubernur DIY menyebut WJNC menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan beragam tradisi dan kisah leluhur.

"Sejalan dengan Hamemayu Hayuning Bawono, memperindah dan menjaga kehidupan bersama, di sumbu filosofi ini, tradisi hadir di jalan raya sehingga kisah leluhur dapat dikenal dan dihayati warga dari segala usia," ungkap Sri Paduka.

Tema Ganakalajaya dipandang memiliki nilai yang selaras dengan Yogyakarta sebagai kota pelajar. Sri Paduka mengingatkan, ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti pada pengetahuan semata, melainkan perlu dijalani dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Sebagai kota pelajar, leluhur mengajarkan 'ngelmu iku kelakone kanthi laku', ilmu menjadi hidup ketika dijalani. Para pelajar datang dari penjuru negeri untuk menimba pengetahuan di kota ini, maka kita berharap ilmu itu tumbuh menjadi kecakapan dan kecakapan menjadi pengabdian," tutur Sri Paduka.

Walikota Hasto Wardoyo Jelaskan Arti Gana, Kala, dan Jaya

Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengungkapkan makna tema Ganakalajaya yang diusung WJNC 2026. Menurutnya, tema tersebut membawa pesan "Ora Mingkuh", yang berarti tidak menghindar dan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan.

"Gana dimaknai sebagai kekuatan masyarakat, Kala sebagai tantangan zaman, dan jaya sebagai kejayaan bersama," ujar Hasto.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tema HUT ke-270 Kota Yogyakarta, yakni "Otentik Konkret". Yogyakarta memiliki banyak kekayaan autentik, di antaranya nilai dan warisan budaya, kesenian, pendidikan, hingga ragam destinasi wisata.

"Oleh karena itu, semangat kali ini adalah bagaimana membuat nilai-nilai yang autentik itu menjadi konkret, bisa dinikmati oleh warga masyarakat. Sehingga hari ini kita mengambil tagline dengan Otentik dan Konkret," jelas Hasto.

Panggung Utama Pindah dari Tugu Jogja ke Titik Nol

Keistimewaan WJNC 2026 terletak pada momentum satu dekade penyelenggaraannya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya panggung utama berada di kawasan Tugu Jogja, tahun ini panggung utama dipusatkan di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Mewakili Pemerintah Kota Yogyakarta, Hasto menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap berbagai masukan terkait perpindahan panggung utama tersebut. Masukan itu diperlukan demi penyelenggaraan WJNC yang semakin baik pada tahun-tahun mendatang.

WJNC Masuk Program Kriteria Unggulan Nusantara Kemenpar

Pada 2024 dan 2025, WJNC berhasil masuk dalam 10 besar Kharisma Event Nusantara. Di tahun 2026, WJNC untuk pertama kalinya tergabung sebagai salah satu dari 125 program Kriteria Unggulan Nusantara Kementerian Pariwisata.

Program lain yang turut tergabung adalah Keroncong Plesiran dan Geopark Night Specta. WJNC 2026 sekaligus menegaskan posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata sekaligus ruang ekspresi kebudayaan.

Kekayaan dan adiluhung kebudayaan Yogyakarta dikemas dalam balutan street art yang atraktif. Gelaran ini juga membuka ruang kolaborasi bersama daerah-daerah lain dalam berpartisipasi dan berkontribusi memperkaya wajah kebudayaan Yogyakarta.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: yogyapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top