NHM Raih Penghargaan Aksi Kemanusiaan Tim ESDM Siaga Bencana 2026

Penulis: Jamal Nasution  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:52:32 WIB
Perwakilan NHM menerima Penghargaan Aksi Kemanusiaan Tim ESDM Siaga Bencana Tahun 2026 di Jakarta.

DI YOGYAKARTA — PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menerima Penghargaan Aksi Kemanusiaan Tim ESDM Siaga Bencana Tahun 2026 atas kontribusi personel Emergency Response Team (ERT) dalam misi kemanusiaan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Penghargaan diserahkan di Gedung Soemantri Brojonegoro, Kantor Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta. Pengakuan ini menegaskan peran perusahaan tambang dalam mendukung penanganan bencana di luar wilayah operasinya.

Kepala Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara (TekMIRA), Wakhid Hasyim, menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada perwakilan NHM, Zakaria Barham selaku Coordinator Emergency Response Team (ERT), dan Elia Samuel Paliaky, seorang Paramedic. Penyerahan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, di Gedung Soemantri Brojonegoro, Ditjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Jakarta.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran personel ERT NHM yang bergabung bersama Tim ESDM Siaga Bencana dalam pelaksanaan misi kemanusiaan di wilayah terdampak gempa. Keterlibatan NHM menjadi bagian dari komitmen perusahaan mendukung upaya kemanusiaan dan penanganan kondisi darurat.

Peran ERT NHM di Lokasi Bencana

Personel NHM diterjunkan dengan bekal kompetensi di bidang emergency response, rescue, dan dukungan medis. Mereka bekerja bersama tim gabungan menjalankan tugas di wilayah NTT yang terdampak gempa.

Bagi NHM, keikutsertaan dalam Tim ESDM Siaga Bencana merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terkena bencana. Pengalaman tersebut sekaligus memperkuat kapasitas personel, khususnya dalam aspek kesiapsiagaan, koordinasi lintas institusi, serta penanganan darurat di lapangan.

Respons Manajemen NHM

Zakaria Barham menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, pengakuan itu bukan hanya milik personel di lapangan, tetapi juga seluruh pihak yang mendukung kelancaran misi kemanusiaan di NTT.

"Kami sangat menghargai penghargaan yang diberikan kepada Tim ESDM Siaga Bencana. Bagi kami, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi bukan hanya kepada personel yang berada di lapangan, tetapi juga kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga misi kemanusiaan di NTT dapat terlaksana," ujar Zakaria, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (7/10).

Zakaria juga menyampaikan terima kasih kepada manajemen NHM dan seluruh pihak yang mendukung keterlibatan personel ERT. Ia menegaskan, keikutsertaan dalam misi kemanusiaan menjadi pengalaman sekaligus pembelajaran berharga bagi timnya.

"Bagi kami, yang paling utama bukan penghargaan yang diterima, tetapi dukungan dan juga kesempatan untuk dapat hadir dan memberikan kemampuan terbaik bagi masyarakat yang terdampak bencana. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kompetensi, kesiapsiagaan, dan kemampuan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di masa mendatang," jelas Zakaria.

Modal Kesiapsiagaan untuk Misi Berikutnya

Penghargaan Aksi Kemanusiaan Tim ESDM Siaga Bencana Tahun 2026 menjadi momentum bagi NHM untuk mempertahankan semangat kepedulian dan kesiapsiagaan. Perusahaan mendorong personel ERT agar senantiasa siap memberikan kontribusi terbaik dalam setiap misi kemanusiaan yang dibutuhkan masyarakat.

Pengalaman berharga dari misi di NTT menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas internal NHM, khususnya dalam aspek kesiapsiagaan, koordinasi lintas institusi, emergency response, rescue, serta dukungan medis pada kondisi darurat.

Bagi industri pertambangan nasional, keterlibatan personel ERT dalam Tim ESDM Siaga Bencana menunjukkan bahwa kapasitas tanggap darurat perusahaan dapat dimobilisasi untuk kepentingan yang lebih luas, melampaui batas wilayah operasi.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top