Pencarian

5 Fakta Pasar Kripto 3 Juni 2026: Harga Terjun Bebas—BTC, ETH, SOL Terpukul Berat

Rabu, 03 Juni 2026 • 05:37:02 WIB
5 Fakta Pasar Kripto 3 Juni 2026: Harga Terjun Bebas—BTC, ETH, SOL Terpukul Berat
Harga Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan signifikan pada 3 Juni 2026.

1. Peta Kekalahan: Harga Semua Koin Terkoreksi

Data menunjukkan tidak ada satu pun koin di papan atas yang selamat dari tekanan jual hari ini. Berikut rincian harga lengkap dalam Rupiah (IDR) dan Dolar AS (USD) per 3 Juni 2026 pukul 05:14 WIB:

  • Bitcoin (BTC): Rp 1.198.410.790 ($67.171) — turun 5,36%
  • Ethereum (ETH): Rp 33.696.061 ($1.888,68) — turun 5,1%
  • BNB: Rp 11.708.943 ($656,29) — turun 4,97%
  • Solana (SOL): Rp 1.341.891 ($75,21) — turun 6,47%
  • XRP: Rp 21.735 ($1,22) — turun 5,49%
  • TRON (TRX): Rp 5.977 ($0,34) — turun 2,62% (paling defensif)
  • Dogecoin (DOGE): Rp 1.672 ($0,09) — turun 5,96%
  • Cardano (ADA): Rp 3.839 ($0,22) — turun 5,94%

TRON menjadi satu-satunya koin dengan penurunan paling kecil, menandakan bahwa investor mungkin tengah mencari tempat berlindung di jaringan dengan utilitas tinggi dan biaya transaksi rendah.

2. Kenapa Solana Paling Terpukul?

Solana (SOL) memimpin koreksi dengan penurunan 6,47% dalam 24 jam. Ini bukan kejutan di tengah sentimen pasar saat ini. SOL dikenal sebagai aset dengan beta tinggi—artinya pergerakannya cenderung lebih volatil dibandingkan Bitcoin. Saat pasar bearish, aset seperti SOL sering menjadi sasaran jual pertama oleh investor yang ingin mengurangi risiko portofolio. Selain itu, volume likuidasi posisi long SOL di pasar derivatif melonjak tajam, mempercepat tekanan jual.

Level support psikologis SOL di $70 menjadi krusial. Jika ditembus, koreksi bisa berlanjut ke $65. Sebaliknya, jika mampu bertahan, ini bisa menjadi area akumulasi menarik bagi investor jangka panjang.

3. Dua Koin yang Justru Layak Dipantau Investor Indonesia

Di tengah tekanan jual, ada dua koin yang menarik perhatian untuk dipantau:

  • TRON (TRX): Dengan koreksi hanya 2,62%, TRX menunjukkan kekuatan relatif (relative strength). Volume transaksi stablecoin USDT di jaringan TRON tetap tinggi, menjadikannya tulang punggung ekosistem remitansi dan DeFi. Ini bisa menjadi pilihan defensif bagi investor yang tidak ingin keluar total dari pasar.
  • Cardano (ADA): Meski turun 5,94%, ADA mendekati level support historis di $0,20. Aktivitas pengembangan di jaringan Cardano terus berjalan, termasuk peningkatan kapasitas smart contract. Jika pasar pulih, ADA memiliki potensi rebound teknis yang kuat.

4. Strategi untuk Investor Ritel Indonesia Saat Pasar Merah

Koreksi seperti ini adalah ujian nyata bagi disiplin investor. Jangan panik jual (panic selling) hanya karena melihat grafik merah. Sebaliknya, pertimbangkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) untuk mengakumulasi Bitcoin dan Ethereum secara bertahap. Bagi yang ingin bertransaksi, gunakan platform yang terpercaya dan telah terdaftar di Bappebti seperti Indodax, Tokocrypto, dan Pintu. Pastikan exchange yang kamu pilih memiliki likuiditas yang cukup dan fitur keamanan seperti two-factor authentication (2FA).

Selalu gunakan fitur stop-loss jika kamu melakukan trading jangka pendek, dan jangan pernah menginvestasikan dana yang kamu butuhkan untuk kebutuhan sehari-hari.

5. Tiga Pertanyaan yang Sering Ditanya

1. Apakah ini awal dari bear market panjang?
Belum bisa dipastikan. Koreksi 5-6% dalam sehari adalah hal normal di pasar kripto. Yang perlu diperhatikan adalah apakah Bitcoin mampu bertahan di atas support $65.000. Jika tidak, potensi koreksi lebih dalam bisa terjadi.

2. Kapan waktu yang tepat untuk membeli?
Tidak ada yang bisa memprediksi harga terendah dengan pasti. Pendekatan terbaik adalah DCA: beli sedikit demi sedikit secara rutin, bukan sekaligus dalam jumlah besar.

3. Apakah kripto masih aman untuk investasi jangka panjang?
Kripto adalah aset berisiko tinggi. Namun, untuk investor dengan horizon waktu panjang (3-5 tahun ke depan), koreksi seperti ini justru bisa menjadi peluang untuk masuk di harga lebih murah.

Disclaimer: Artikel ini adalah analisis pasar dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks