DI YOGYAKARTA — Direktur Utama Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyebut angka ini bukan sekadar statistik. "Ini menunjukkan negara hadir secara nyata untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/6).
Keberhasilan ini didorong oleh kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram gabah. Kebijakan itu dinilai efektif memberikan kepastian pasar bagi petani di tengah musim panen raya.
Stok CBP yang kini menembus 5 juta ton menjadi bantalan utama pemerintah untuk berbagai program strategis. Mulai dari operasi stabilisasi harga pangan, penyaluran bantuan pangan ke masyarakat kurang mampu, hingga mitigasi dampak bencana dan gejolak pasar.
Sulawesi Tenggara Jadi Salah Satu Motor Serapan
Di tingkat regional, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan performa positif. Kantor Wilayah Bulog Sultra menargetkan pengadaan 119 ribu ton pada 2026. Hingga 2 Juni 2026, realisasinya sudah mencapai 72.655 ton atau 61,18 persen dari target tahunan.
Tiga daerah dengan kontribusi produksi beras tertinggi di Sultra periode Januari–Juni 2026 adalah Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur. Capaian ini menunjukkan serapan di Sultra sudah mendekati target setahun penuh hanya dalam enam bulan pertama.
Target 4 Juta Ton Diyakini Tercapai Sebelum Akhir Tahun
Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada 2026 bisa terlampaui lebih cepat. Musim panen masih berlangsung di sejumlah wilayah strategis, dan perusahaan akan terus mengoptimalkan penyerapan melalui sinergi dengan TNI, Polri, penyuluh pertanian, serta penggilingan padi.
"Keberhasilan serapan 3 juta ton ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," tutup Ahmad Rizal.
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa instrumen negara seperti Bulog mampu berfungsi optimal sebagai penyeimbang — melindungi petani dari jatuhnya harga saat panen raya, sekaligus menjaga pasokan pangan masyarakat tetap aman di tengah ketidakpastian global.