Pencarian

CEO Grab Indonesia Bantah Rumor Hengkang, Tegaskan Komitmen Jangka Panjang di Pasar Dalam Negeri

Jumat, 05 Juni 2026 • 01:10:31 WIB
CEO Grab Indonesia Bantah Rumor Hengkang, Tegaskan Komitmen Jangka Panjang di Pasar Dalam Negeri
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan di pasar Indonesia.

JAKARTA — Isu yang beredar di tengah pengemudi dan pelaku industri transportasi daring mengenai rencana Grab hengkang dari Indonesia langsung dipatahkan oleh manajemen. CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menyebut informasi tersebut sebagai rumor yang tidak benar.

“Grab menegaskan bahwa rumor mengenai rencana keluar dari Indonesia adalah tidak benar,” kata Neneng dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Lebih dari 10 Tahun Beroperasi, Grab Klaim Ciptakan 4,6 Juta Peluang Kerja

Neneng menekankan bahwa selama lebih dari satu dekade, platformnya telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia. Ia menyebut kontribusi perusahaan terhadap industri ride-hailing dan pengantaran online mencapai sekitar 50 persen.

“Selama lebih dari satu dekade, Grab telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia,” ujar Neneng.

Grab juga mengklaim telah menciptakan 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, perusahaan telah mengucurkan program Grab untuk Indonesia senilai lebih dari Rp100 miliar bagi mitra pengemudi.

Rumor Berawal dari Kekhawatiran Dampak Perpres Potongan Ojol

Rumor tersebut muncul setelah beredarnya informasi di internet bahwa Grab sedang mengevaluasi dampak finansial dari pembatasan komisi sebesar 8 persen pada layanan transportasi daring. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang potongan pendapatan mitra pengemudi ojek online (ojol) yang diumumkan pada awal Mei lalu.

Dalam rumor yang beredar, disebutkan bahwa Grab tengah membahas pengenaan biaya yang lebih besar kepada konsumen dan mitra. Opsi terakhir yang dilaporkan sempat dibahas adalah penarikan sebagian dan keluarnya Grab dari pasar transportasi daring Indonesia.

Grab Hormati Kebijakan Pemerintah dan Targetkan Kolaborasi Berkelanjutan

Menanggapi spekulasi tersebut, Neneng memastikan perusahaannya senantiasa menghormati arahan dan kebijakan pemerintah Indonesia. Ia berkomitmen untuk terus berjalan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Grab akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan, karena bagi Grab, Indonesia bukan sekadar ekosistem, melainkan rumah tempat kami tumbuh bersama masyarakat,” ujar dia.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bagi para mitra pengemudi dan pelaku UMKM di Yogyakarta dan daerah lain bahwa layanan aplikasi transportasi daring tersebut tidak akan menarik diri dari pasar Indonesia dalam waktu dekat. Grab menegaskan pihaknya akan terus beradaptasi dengan regulasi yang berlaku tanpa mengganggu layanan kepada pengguna.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks