YOGYAKARTA — Sebanyak 101 tukik lekang kembali dilepas ke habitat aslinya di Pantai Congot pada Senin (10/8/2026). Pelepasan satwa dilindungi ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk "Truly Care" yang diinisiasi oleh tiga properti hotel di bawah naungan PHM Hotels region Yogyakarta.
Kegiatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan upaya nyata untuk mendukung keberlangsungan hidup penyu di alam. BKSDA Yogyakarta turut dilibatkan dalam memastikan proses pelepasan berjalan sesuai prosedur konservasi.
Harapan Baru untuk Populasi Penyu di Selatan Jawa
Warso Suwito, tokoh lokal sekaligus pengelola konservasi yang berkolaborasi dengan BKSDA Yogyakarta, menegaskan bahwa setiap tukik yang berhasil mencapai laut membawa dampak besar bagi populasi penyu. Menurutnya, inisiatif dari pihak swasta seperti ini patut dicontoh oleh pelaku usaha lain.
“Pelepasan tukik ini mungkin terlihat sederhana, tetapi setiap tukik yang kembali ke laut memberi harapan baru untuk keberlangsungan penyu di masa depan,” ujar Warso dalam keterangannya. Ia juga mengapresiasi PHM Hotels yang konsisten mengajak masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga alam.
Komitmen Nyata Industri Perhotelan terhadap Lingkungan
Bagi pihak hotel, kegiatan ini merupakan pengejawantahan dari nilai "Truly Care" yang mereka usung. Cluster General Manager PHM Hotels region Yogyakarta, Wahyu Wikan Trispratiwi, menyebut bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti pada wacana belaka.
“Melalui pelepasan 101 tukik lekang ini, kami ingin ikut mengambil bagian dalam menjaga alam kita khususnya kehidupan laut dan mengingatkan bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Wahyu. Pihaknya berharap kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian aksi keberlanjutan yang lebih panjang.
Hari Konservasi Alam Nasional sendiri telah ditetapkan sejak 2009 sebagai momentum refleksi kolektif. Bagi Yogyakarta yang memiliki garis pantai selatan yang panjang, menjaga ekosistem pesisir menjadi pekerjaan rumah bersama antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta.