SLEMAN — Selain bantuan laboratorium, BAZNAS juga meluncurkan program ZCoffee di UNISA Yogyakarta dengan nilai investasi Rp 80 juta. Dua outlet ZCoffee di kampus tersebut akan dikelola oleh empat mahasiswa mustahik, memperluas ekosistem ekonomi produktif di lingkungan perguruan tinggi.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di UNISA Yogyakarta pada Rabu (3/6/2026). Hingga saat ini, total enam outlet ZCoffee BAZNAS telah beroperasi di sejumlah kampus di Yogyakarta dan berhasil memberdayakan 12 mustahik.
Rincian Bantuan untuk Tiga Kampus
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Kriswanto, merinci nominal bantuan untuk masing-masing perguruan tinggi. UNISA Yogyakarta menerima bantuan sebesar Rp 115,8 juta, Universitas AMIKOM Yogyakarta juga Rp 115,8 juta, dan Universitas Teknologi Yogyakarta mendapat Rp 67,32 juta.
“Bantuan yang disalurkan berupa paket komputer, printer, dan televisi untuk menunjang kegiatan pembelajaran,” jelas Kriswanto. Ia menambahkan, bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung program Sleman Pintar yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Fakta Singkat Program BAZNAS di Sleman
- Total bantuan laboratorium komputer: Rp 298,92 juta untuk 3 perguruan tinggi.
- Investasi ZCoffee di UNISA: Rp 80 juta untuk 2 outlet yang dikelola 4 mahasiswa mustahik.
- Total outlet ZCoffee di Yogyakarta: 6 unit, memberdayakan 12 mustahik.
Investasi Sosial untuk Daya Saing Mahasiswa
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan sekaligus Pembina Wilayah Provinsi D.I. Yogyakarta, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., mengatakan bantuan fasilitas pendidikan ini merupakan investasi sosial jangka panjang.
“Fasilitas pendidikan seperti laboratorium komputer merupakan investasi sosial. Manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga akan mendukung peningkatan kapasitas dan daya saing mahasiswa di masa mendatang,” ujarnya.
Rizaludin berharap keberadaan ZCoffee di lingkungan kampus dapat mendorong ekosistem ekonomi produktif sekaligus meningkatkan kemandirian mahasiswa penerima manfaat. “Keberhasilan implementasi Program ZCoffee di UNISA Yogyakarta akan sangat ditentukan oleh sinergi dan peran aktif pihak kampus dalam melakukan pendampingan, pembinaan, serta penguatan kapasitas usaha,” katanya.
Apresiasi dari Bupati Sleman dan Rektor UNISA
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengapresiasi dukungan BAZNAS terhadap sektor pendidikan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan BAZNAS menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengentaskan kemiskinan. “Bantuan ini diharapkan dapat mendukung mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan mereka pada masa yang akan datang,” ujar Harda.
Sementara itu, Rektor UNISA Yogyakarta, Warsiti, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS. Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan semangat belajar, tetapi juga ketersediaan akses serta sarana dan prasarana pendukung. “Kami sangat mengharapkan keberadaan alat komputer dan sarana prasarana ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Warsiti.
Rizaludin juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan partisipasi dalam berzakat. Menurutnya, semakin besar dana zakat yang terhimpun, semakin luas pula program pemberdayaan yang dapat dijalankan untuk membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.