KULON PROGO — KPU Kulon Progo tidak hanya mengandalkan sosialisasi konvensional. Lembaga penyelenggara pemilu itu kini memanfaatkan kanal podcast untuk menjangkau pemilih muda yang sulit disentuh metode ceramah atau baliho.
Generasi Z Jadi Sasaran Utama
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kulon Progo Aris Zurkhasanah mengatakan podcast menjadi instrumen strategis. “Partisipasi pemilu tidak sekadar datang ke TPS untuk mencoblos,” ujarnya di Kulon Progo, Rabu.
Menurut Aris, masyarakat diharapkan terlibat aktif mencari informasi kepemiluan yang valid. Mereka juga harus membangun diskursus sehat demi menjaga kualitas demokrasi.
Edukasi Verifikasi Informasi untuk Pemilih Muda
KPU Kulon Progo menyasar berbagai segmen: pemilih pemula, kelompok perempuan, penyandang disabilitas, hingga komunitas umum. Tujuannya membangun kesadaran bahwa setiap suara menentukan arah kebijakan pembangunan.
Dalam episode ke-5 bertema “Partisipasi dalam Pemilu”, Aris menyoroti fenomena generasi Z yang aktif beropini di ruang digital. “Anak muda jangan mudah terpancing untuk langsung membagikan informasi ke grup yang lebih besar tanpa proses verifikasi,” tegasnya.
Ia mendorong generasi muda menjadi verifikator berita hoaks. Kebebasan berpendapat harus berdasarkan fakta dan sumber jelas, bukan sekadar opini tanpa data.
Target: Pemilih Cerdas dan Legitimasi Pemilu Kuat
Melalui kanal sosialisasi berkelanjutan, KPU Kulon Progo optimistis membentuk profil pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Langkah ini diharapkan menekan angka golput sekaligus meningkatkan legitimasi hasil pemilu di tingkat daerah maupun nasional.
Format podcast dinilai efektif menjangkau masyarakat luas, terutama kalangan muda yang akrab dengan konsumsi konten digital. KPU Kulon Progo berkomitmen melanjutkan serial PODIUM secara berkala hingga masa pemungutan suara tiba.