BANTUL — Empat jemaah haji asal Bantul yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) asal Daerah Istimewa Yogyakarta meninggal dunia selama musim haji 2026. Kepala Seksi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj Bantul, Nugroho, membenarkan kabar tersebut pada Jumat (12/6/2026).
Tiga Jemaah Meninggal di Arab Saudi, Satu di Perjalanan Pulang
Nugroho merinci, tiga jemaah wafat di Tanah Suci dan dimakamkan di sana sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka adalah Sri Suwarni, 66, warga Parangtritis, Kretek, yang tergabung dalam Kloter 7 YIA dan meninggal pada Sabtu (30/5/2026).
Kemudian Sudjinem Djoyo Sumarto, 93, warga Sragan, Trirenggo, Bantul, anggota Kloter 9 YIA yang wafat pada Senin (8/6/2026). Serta Sardjijem, 79, warga Tangkil, Muntuk, Dlingo, juga dari Kloter 7 YIA, yang meninggal pada Selasa (9/6/2026).
Satu jemaah lainnya, Surowiyono Djoyo Wiyarso, 78, warga Tegalwangi, Geblagan, Tamantirto, Kasihan, meninggal dunia pada Kamis (11/6/2026) saat perjalanan pulang menuju Indonesia. Surowiyono merupakan anggota Kloter 8 YIA.
Penyebab Meninggal karena Faktor Kesehatan
Menurut Nugroho, keempat jemaah tersebut meninggal dunia karena faktor kesehatan atau sakit. Ia menjelaskan, jenazah Surowiyono saat ini masih berada di Medan dan dijadwalkan diterbangkan ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pada Jumat sore.
"Dari empat jemaah, tiga meninggal di Tanah Suci. Sedangkan satu, Mbah Suro (Surowiyono), meninggal dunia saat perjalanan pulang. Saat ini posisi jenazah masih di Medan dan sore nanti diterbangkan ke YIA," ujar Nugroho.
Kepulangan Jemaah Haji Bantul Hampir Rampung
Proses pemulangan jemaah haji asal Bantul hampir selesai. Nugroho menyebut Kloter 7 dan Kloter 8 telah tiba kembali di Indonesia. Satu kloter tersisa, yakni Kloter 9, dijadwalkan pulang pada Sabtu (13/6/2026).
"Kloter 7 dan 8 sudah pulang. Yang belum itu Kloter 9, jadwalnya besok siang," katanya.