Pencarian

Bidan RS Pratama Yogyakarta Ingatkan Ibu Hamil Hindari Self-Medication, Suami Diminta Ambil Alih Pekerjaan Rumah Tangga Berat

Jumat, 12 Juni 2026 • 20:01:02 WIB
Bidan RS Pratama Yogyakarta Ingatkan Ibu Hamil Hindari Self-Medication, Suami Diminta Ambil Alih Pekerjaan Rumah Tangga Berat
Bidan RS Pratama Yogyakarta mengingatkan ibu hamil untuk menghindari self-medication selama kehamilan.

YOGYAKARTA — Mual, muntah, sembelit, hingga sering buang air kecil kerap dialami ibu hamil di usia kehamilan kurang dari tiga bulan. Kondisi ini, menurut tenaga medis, wajar terjadi akibat perubahan hormon, namun bukan berarti bisa diatasi dengan membeli obat sembarangan.

Dwi Kurnianingsih, Amd.Keb, Bidan RS Pratama Yogyakarta, menjelaskan bahwa keluhan tersebut dipicu oleh peningkatan hormon progesteron. “Hormon ini memiliki efek memperlambat kerja usus sehingga pencernaan mengalami gangguan,” ujarnya.

Mengatur Pola Makan untuk Redakan Mual

Daripada langsung mengonsumsi obat, ibu hamil disarankan mengubah pola makan terlebih dahulu. Makan dengan porsi kecil tapi sering, menghindari makanan beraroma kuat, dan minum jahe hangat disebut sebagai cara alami meredakan mual.

Sementara itu, keluhan sering buang air kecil dikaitkan dengan pembesaran rahim yang menekan kandung kemih. “Ketika kandung kemih terisi urine, sudah ada rasa ingin kencing,” tambah Dwi.

Apoteker: Jangan Beli Antibiotik Tanpa Resep Dokter

Apoteker RS Pratama Yogyakarta, Apt. Wimbuh Dumadi, S.Si., M.H., menegaskan bahaya self-medication bagi ibu hamil. Ia meminta agar ibu hamil tidak membeli obat keras atau antibiotik tanpa berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu.

Tak hanya obat, produk herbal dan jamu pun perlu diwaspadai. “Tidak semua produk herbal atau jamu alami aman untuk janin. Banyak yang belum melalui uji klinis kehamilan,” jelas Wimbuh.

Ia juga menyoroti produk perawatan wajah. Ibu hamil diminta menghentikan pemakaian skincare yang mengandung retinol, salicylic acid dosis tinggi, dan hydroquinone.

Peran Krusial Suami dan Keluarga

Dukungan dari orang terdekat menjadi poin utama yang ditekankan dalam penyampaian ini. Suami dan keluarga diminta mendampingi ibu saat pemeriksaan medis, menjadi pendengar aktif, memberikan perhatian lebih, dan mengambil alih pekerjaan rumah tangga yang berat.

“Suami dan keluarga harus memastikan suasana di rumah tetap tenang, tidak menghakimi, dan menjauhkan ibu hamil dari paparan stres atau konflik hingga kelahirannya,” tutup Dwi.

Selain itu, persiapan persalinan juga perlu didiskusikan bersama, termasuk menyiapkan perlengkapan dan memastikan asupan nutrisi terbaik bagi ibu.

Bagikan
Sumber: radiostar.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks