DI YOGYAKARTA — Panitia memulai rangkaian sosialisasi dengan menggerakkan konvoi yang membawa piala bergilir presiden, melibatkan relawan, liaison officer, dan paduan suara akbar. Ketua Harian Panitia Pesparawi Nasional XIV, Jacob Fonataba, menyatakan kegiatan ini bertujuan memastikan masyarakat mengetahui agenda nasional yang akan digelar di Ruang Terbuka Publik Borarsi Manokwari.
"Tujuan konvoi ini untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa mulai tanggal 18 sampai 28 Juni 2026 akan digelar Pesparawi Nasional XIV di Manokwari. Puncaknya, pembukaan akan dilaksanakan pada Sabtu, 20 Juni 2026," ujar Fonataba dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).
12 Kategori Lomba dan Akomodasi untuk 38 Provinsi
Panitia telah menyiapkan akomodasi hotel dan non-hotel bagi ribuan peserta yang diperkirakan tiba secara bertahap. Fonataba memastikan fasilitas yang disediakan cukup memadai agar para duta Pesparawi dapat fokus mengikuti 12 kategori lomba yang akan dipertandingkan.
"Kami sudah menyiapkan akomodasi yang memadai dengan fasilitas yang cukup baik. Harapannya para duta Pesparawi dapat merasa nyaman dan fokus mempersiapkan diri," kata Fonataba.
Pada Jumat pagi, kontingen Papua Barat dari Kabupaten Kaimana telah tiba dan langsung ditempatkan di kompleks MPMP Amban. Panitia mulai melayani kebutuhan mereka selama berada di Manokwari.
Harapan Kehadiran Presiden dan Dampak Ekonomi Daerah
Panitia berharap Presiden RI atau Wakil Presiden dapat hadir membuka secara resmi kegiatan tersebut. Menurut Fonataba, kehadiran pimpinan negara akan memberi makna penting bagi upaya memperkuat persatuan bangsa melalui seni dan budaya gerejawi.
"Kami berharap para pejabat negara melihat kegiatan ini sebagai wadah pemersatu bangsa. Peserta berasal dari 38 provinsi dan akan berkumpul di Papua Barat. Ini menjadi momentum untuk memupuk rasa kebersamaan, persaudaraan, dan solidaritas antanak bangsa," ujarnya.
Selain aspek seremonial, pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV diharapkan menggerakkan sektor pariwisata dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Papua Barat. Panitia mendorong generasi muda dari berbagai daerah untuk mengenal dan mempromosikan produk lokal selama berada di Manokwari.
"Pesparawi ini juga menjadi kesempatan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memperkenalkan potensi wisata Papua Barat kepada peserta dari seluruh Indonesia," ungkap Fonataba.