Pencarian

Menteri Ekonomi Kreatif Riefky: Sektor Ekraf Jadi Peluang Ekonomi di Tengah Pelemahan Rupiah, IDE.IND Digelar Perdana di Yogyakarta

Minggu, 14 Juni 2026 • 19:07:01 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Riefky: Sektor Ekraf Jadi Peluang Ekonomi di Tengah Pelemahan Rupiah, IDE.IND Digelar Perdana di Yogyakarta
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya membuka program IDE.IND perdana di Yogyakarta.

YOGYAKARTA — Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menyebut sektor ekonomi kreatif bisa menjadi peluang potensial untuk memperkuat perekonomian nasional di tengah situasi global yang tidak menentu, khususnya pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri peluncuran program IDE.IND di Yogyakarta, Sabtu lalu.

"Kami melihat peluang sektor ekraf bisa dikembangkan di tengah situasi saat ini (melemahnya rupiah terhadap dolar AS)," kata Riefky.

Menurutnya, melemahnya rupiah justru membuat produk luar negeri yang selama ini membanjiri pasar Indonesia menjadi lebih mahal. Kondisi ini, lanjut dia, harus dimanfaatkan untuk mengampanyekan distribusi produk lokal.

Produk Lokal Berpeluang Gantikan Posisi Produk Impor

Riefky menilai produk ekraf dalam negeri seperti fesyen, film, musik, hingga gim saat ini memiliki peluang besar untuk menggantikan produk asing. "Yang tadinya fesyen asing jadi menggunakan fesyen lokal, yang tadinya film asing ramai bisa jadi film lokal saat ini menjadi ramai, begitu juga dengan gim dan musik serta produk kreativitas anak bangsa lainnya," jelasnya.

Hilirisasi Ekraf Jadi Strategi Baru Pemerintah

Pemerintah, kata Riefky, tidak hanya fokus pada hilirisasi sektor tambang. Sektor ekonomi kreatif juga dinilai sangat potensial untuk dikembangkan melalui orkestrasi antara pelaku usaha, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah. "Karena hilirisasi tidak hanya dari sektor tambang, tetapi juga ekraf, dalam hal memperkuat pasar lokal ini menjadi peluang," ujar Riefky.

IDE.IND: Program Perkuat Merek Lokal Dimulai dari Yogyakarta

Salah satu upaya penguatan ekraf dilakukan melalui program IDE.IND yang baru saja diluncurkan di Yogyakarta. Riefky menjelaskan, acara ini merupakan kegiatan untuk mendukung merek lokal dan akan menjadi kick-off untuk kemudian digelar di berbagai provinsi lain di Indonesia selama semester dua tahun ini.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf RI Yuke Sri Rahayu menambahkan, Yogyakarta dipilih sebagai kota dan provinsi pertama pelaksanaan IDE.IND 2026. Rangkaian kegiatannya meliputi pameran produk ekonomi kreatif, talkshow, diskusi inspiratif, kuis, dan permainan interaktif untuk pengunjung.

Empat Sesi Diskusi untuk Penguatan Ekraf

Yuke mencatat ada empat sesi diskusi yang digelar dengan tema relevan untuk penguatan ekonomi kreatif saat ini. Talkshow tersebut diikuti kurang lebih 120 peserta yang mewakili masing-masing kedeputian di Kementerian Ekonomi Kreatif.

Pihaknya juga melibatkan pemerintah daerah, komunitas ekonomi kreatif, perguruan tinggi, asosiasi, media, mitra usaha, serta masyarakat umum. "Kami berharap konsep baru IDE.IND dapat menjadi titik awal penguatan jejaring ekonomi kreatif nasional yang nantinya dapat dilakukan di berbagai daerah lainnya di Indonesia," jelas Yuke.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks