YOGYAKARTA — EDSU House resmi mengawali kolaborasi eksklusif dengan tiga seniman muda melalui pameran "Menuju/Dari" yang digelar di galeri tersebut. Pameran berlangsung mulai 18 Juni hingga 2 Agustus 2026.
Gallery Manager EDSU House, Ningtyas Benita, mengatakan pameran ini menjadi momentum merayakan awal perjalanan berkesenian bersama. EDSU House yang baru berusia satu tahun dan ketiga seniman yang masih dalam tahap emerging sama-sama berada di fase perkembangan.
"Pameran ini menjadi perayaan awal perjalanan berkesenian bersama," kata Ningtyas di Yogyakarta, Kamis.
Kaki, Memori Keluarga, dan Material Sehari-hari Jadi Sumber Karya
Masing-masing seniman menghadirkan eksplorasi artistik yang berbeda. Ayurika mengeksplorasi kaki sebagai pijakan pertama manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Mutiara Riswari mengolah memori keluarga lewat arsip foto lama menggunakan medium arang. Sementara Rizki Tilarso menyusun material keseharian seperti kursi, pensil, spanram, besi berkarat, hingga komponen otomotif menjadi karya berbasis objek.
Proses Kurasi Dialogis, Bukan Tema yang Dipaksakan
Kurator Mega Nur menjelaskan pameran ini tidak dibangun dari satu tema yang ditetapkan di awal. Prosesnya lebih dialogis antara seniman, kurator, dan pihak galeri.
"Kami melihat apa yang dimiliki seniman, apa yang dimiliki kurator, dan apa yang ingin dihadirkan galeri. Dari pertemuan itu kemudian terbentuk pameran yang sekarang bisa dilihat pengunjung," ujar Mega.
Penataan karya dilakukan secara kolaboratif untuk menyesuaikan gagasan dengan karakter dua ruang pamer yang berbeda di EDSU House.
Pengunjung Diajak Merefleksikan Relasi dengan Benda dan Ruang Hidup
Mega berharap pameran ini menjadi ruang bagi pengunjung untuk merefleksikan kembali relasi dengan benda, ruang hidup, dan keseharian. Ia ingin setelah melewati ruang pamer, pengunjung membawa pertanyaan lanjutan tentang dirinya sendiri dan kehidupan yang dijalaninya.