SLEMAN — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui DP3 memastikan distribusi air untuk lahan pertanian tetap lancar meski musim kemarau diprediksi lebih ekstrem tahun ini. Rehabilitasi jaringan irigasi dan pembangunan embung menjadi prioritas utama, ditambah penyediaan sumur air dangkal serta pompanisasi modern di titik-titik rawan kekeringan.
Varietas Padi Tahan Kekeringan Jadi Andalan Petani
DP3 Sleman mendorong petani beralih ke varietas unggul yang tahan kekeringan dan berumur genjah atau cepat panen. Beberapa jenis yang direkomendasikan antara lain Inpago, Inpari, Situbagendit, dan Cakrabuana. Varietas-varietas ini terbukti tangguh beradaptasi di tengah keterbatasan air dan meminimalkan risiko gagal panen.
Pemetaan Wilayah dan Sistem Peringatan Dini Diperkuat
Pemetaan wilayah berbasis data diperkuat untuk membangun sistem peringatan dini yang lebih responsif. Data ini dipadukan dengan pengaturan pola tanam yang disesuaikan dengan ketersediaan air di masing-masing kapanewon. Dengan begitu, petani bisa menentukan waktu tanam yang tepat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada curah hujan.
"Kami hadir mendampingi petani melalui kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Sinergi ini adalah kunci agar produktivitas lahan tetap optimal dan petani tetap merasa tenang di tengah tantangan cuaca," kata Liem Astuti, Jumat (21/3).
Transparansi dan Pendampingan Teknis Jadi Prioritas
DP3 Sleman memastikan seluruh pelayanan pendampingan diberikan secara transparan dan berintegritas. Edukasi teknis dan akses terhadap teknologi pertanian cerdas iklim menjadi fokus utama agar petani tidak hanya bertahan, tetapi tetap produktif.
"Semangat petani kita di Sleman sangat luar biasa. Kami hadir untuk memberikan kemudahan akses, edukasi, dan pendampingan teknis. Kami optimistis, dengan langkah antisipasi yang terukur dan kerja keras bersama, sektor pertanian Sleman akan tetap produktif dan ketahanan pangan daerah terjaga dengan baik," ujar Liem.