YOGYAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional Office Yogyakarta mencatat penyaluran KUR sebesar Rp10,3 triliun sepanjang Januari hingga Mei 2026. Dana tersebut telah disalurkan kepada 250.299 debitur di wilayah kerja BRI Regional Yogyakarta.
Sektor Perdagangan dan Pertanian Jadi Andalan
Berdasarkan data yang dirilis dalam acara Media Gathering di Yogyakarta, Jumat, komposisi penyaluran KUR didominasi oleh tiga sektor utama. Sektor perdagangan menyerap porsi terbesar dengan 65 persen, disusul sektor pertanian sebesar 21,36 persen, dan sektor jasa usaha lainnya sebesar 13,64 persen.
"Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan yang disalurkan BRI telah diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian," kata CEO BRI Regional Office Yogyakarta Kusdinar Wiraputra.
Wilayah Solo, Banyumas, dan Kedu Serap KUR Terbanyak
Secara penyebaran wilayah, penyaluran KUR terbanyak terjadi di Area Solo, diikuti oleh Area Banyumas dan Area Kedu. Hal ini mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi dan kebutuhan modal kerja di wilayah-wilayah tersebut.
Menurut Kusdinar, pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR memberikan kesempatan lebih besar bagi pelaku usaha. "Mereka bisa meningkatkan kapasitas usaha, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah," ujarnya.
Komitmen BRI pada Ekonomi Kerakyatan dan Astacita Pemerintah
Kusdinar menegaskan bahwa penyaluran KUR ini sejalan dengan Astacita pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM. BRI juga berkomitmen memperluas kesempatan kerja dan mendorong pemerataan pembangunan.
"Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan," katanya.
Bukan Hanya Modal, BRI Sediakan Pendampingan dan Pelatihan Digital
Dukungan yang diberikan BRI tidak terbatas pada penyaluran dana. Perusahaan juga menyediakan pemberdayaan, pendampingan usaha, dan edukasi finansial agar debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan.
"Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan daring sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas," kata Kusdinar.
Ke depannya, BRI Regional Yogyakarta optimistis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal. Fokus penyaluran akan diarahkan pada sektor produktif agar pembiayaan memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha masyarakat.