Pencarian

Pengamen Liar Kembali Marak di Malioboro, Disbud Kota Jogja Intensifkan Pengawasan dan Pembinaan

Selasa, 30 Juni 2026 • 02:14:31 WIB
Pengamen Liar Kembali Marak di Malioboro, Disbud Kota Jogja Intensifkan Pengawasan dan Pembinaan
Petugas Disbud Kota Jogja intensifkan pengawasan pengamen liar di kawasan Malioboro.

YOGYAKARTA — Maraknya pengamen liar di sepanjang kawasan Malioboro menjadi perhatian serius Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Instansi tersebut menyatakan akan meningkatkan frekuensi pengawasan dan pembinaan terhadap para pengamen yang kerap beroperasi tanpa izin.

Kepala Disbud Kota Jogja, Yetti Martanti, menyebut kemunculan kembali pengamen liar ini kemungkinan besar karena ketidaktahuan para pelaku terhadap aturan yang berlaku. “Mereka mungkin tidak tahu aturan, sehingga kami perlu melakukan pendekatan yang lebih humanis melalui pembinaan,” ujarnya.

Pendekatan Humanis Jadi Andalan

Alih-alih melakukan razia atau penindakan represif, Disbud memilih jalur pembinaan sebagai langkah awal. Petugas akan menyisir titik-titik rawan di Malioboro untuk memberikan pemahaman kepada para pengamen soal regulasi yang ada.

Menurut Yetti, sebagian besar pengamen yang muncul belakangan ini adalah wajah-wajah baru yang belum terdaftar sebagai seniman binaan. Mereka kerap mangkal di trotoar dan pintu masuk pusat perbelanjaan, mengganggu kenyamanan pejalan kaki dan wisatawan.

Mengapa Pengamen Liar Kembali Bermunculan?

Pelonggaran aktivitas pasca-pandemi menjadi salah satu faktor pemicu. Arus wisatawan yang kembali padat ke Malioboro membuat para pengamen melihat peluang untuk mengais rezeki.

Disbud mencatat, jumlah pengamen yang beroperasi secara ilegal meningkat dalam sebulan terakhir. Mereka tidak memiliki izin tampil dan kerap berpindah-pindah lokasi untuk menghindari petugas.

Pengawasan Diperketat, Sanksi Menanti

Petugas gabungan dari Disbud, Satpol PP, dan kepolisian akan dikerahkan secara rutin. Pengawasan tidak hanya dilakukan pada malam hari, tetapi juga siang hari saat wisatawan ramai berbelanja.

Jika pembinaan tidak diindahkan, Disbud tidak menutup kemungkinan memberikan sanksi tegas. “Kami akan memberikan peringatan tertulis dulu, baru jika tetap melanggar akan ada tindakan lebih lanjut,” tegas Yetti.

Malioboro merupakan ikon wisata utama Yogyakarta yang setiap hari dikunjungi ribuan wisatawan domestik dan mancanegara. Keberadaan pengamen liar dinilai dapat menurunkan citra kawasan jika tidak segera ditertibkan.

Bagikan
Sumber: radarjogja.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks