GUNUNGKIDUL — Musim kemarau di Gunungkidul kembali menimbulkan korban jiwa. Seorang nenek berusia 76 tahun ditemukan tewas terbakar di lahannya sendiri di kawasan perbukitan Pegunungan Kidul. Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi warga yang masih melakukan pembakaran sampah di lahan terbuka.
Kapolsek Rongkop AKP Sartono mengungkapkan, korban meninggalkan rumah sekitar pukul 10.00 WIB untuk membakar sampah di lahan miliknya. Hingga menjelang Magrib, korban tak kunjung pulang. Warga yang curiga kemudian melakukan pencarian dan menemukan sandal milik korban di dekat titik api yang masih menyala sekitar pukul 19.00 WIB.
Kronologi Ditemukan: Sandal Jadi Petunjuk Awal
Dua warga yang ikut mencari sempat mengecek ke dalam rumah korban dan tidak menemukan siapa pun. Pencarian kemudian dialihkan ke area pekarangan dan perbukitan di sekitar lokasi pembakaran sampah. Di sanalah jasad Usrek ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Dua warga mengecek ke dalam rumah, korban tidak ada. Lalu disisir ke area pekarangan dan perbukitan, di sanahlah korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Sartono saat dihubungi, Selasa (30/6/2026).
Korban Terjatuh Saat Memadamkan Api, Diabetes Diduga Perparah Kondisi
Hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Rongkop menunjukkan hampir seluruh tubuh korban mengalami luka bakar dengan kulit mengelupas. Petugas juga menemukan luka di bagian leher. Dugaan sementara, korban terjatuh hingga tidak sadarkan diri saat berusaha memadamkan api yang menjalar, lalu api membakar tubuhnya.
Korban diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes. Kondisi ini diduga memperlemah respons fisik korban saat berusaha menyelamatkan diri. "Diduga korban hendak memadamkan api yang menjalar. Namun korban terjatuh hingga tidak sadarkan diri, kemudian api membakar tubuhnya," jelas Sartono.
BPBD Gunungkidul: Musim Kemarau Tak Hanya Kekeringan, Juga Kebakaran
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengingatkan bahwa musim kemarau di wilayahnya tidak hanya identik dengan kekurangan air. Risiko kebakaran hutan, lahan, dan permukiman juga meningkat tajam karena vegetasi yang mulai mengering.
BPBD mengimbau warga untuk menghindari aktivitas membakar sampah di area lahan atau dekat permukiman. Jika pembakaran terpaksa dilakukan, warga diminta tidak meninggalkan api tanpa pengawasan dan tidak melakukannya seorang diri.
"Rumput dan semak yang kering membuat api sangat mudah merembet. Jangan membakar sampah di lahan terbuka, atau jika memang harus dilakukan, pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Jangan dilakukan sendirian agar ada yang dapat membantu jika terjadi keadaan darurat," tegas Purwono.
Jasad korban telah diserahkan kepada pihak keluarga setelah menjalani pemeriksaan medis di Puskesmas Rongkop. Peristiwa ini menjadi pengingat betapa cepatnya api merambat di lahan kering saat kemarau, terutama bagi warga lanjut usia yang rentan.