YOGYAKARTA — Dear You, film drama keluarga asal China, berhasil menembus pasar Asia Tenggara dan mencatat pendapatan fantastis. Di China, film yang dalam bahasa Mandarin berjudul G?i ? m? de qíngsh? atau "Surat Cinta untuk Nenek" ini telah mengantongi lebih dari 1,8 miliar yuan atau setara Rp 3,6 triliun, menempatkannya di posisi kedua film terlaris di box office China sepanjang 2026.
Mengapa Dialek Teochew Begitu Berpengaruh?
CEO jaringan bioskop Golden Village Singapura, Jiang Wenmei, menyebut penggunaan dialek Teochew menjadi kunci utama daya tarik film ini. "Dialek Teochew yang digunakan tokoh nenek dalam film ini juga sangat mirip dengan bahasa Teochew yang kami gunakan, jadi rasanya sangat mengena," ujarnya.
Jiang menambahkan, banyak penonton keturunan Teochew merasa terhubung secara emosional dengan cerita yang disajikan. "Banyak penonton menangis saat menonton film ini dan tidak sedikit pula anak muda yang datang bersama orang tua atau kakek-nenek mereka," katanya.
Kinerja Box Office di Singapura dan Malaysia
Di Singapura, Dear You meraup pendapatan sekitar 7,3 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 95 miliar hanya dalam sepekan. Sementara di Malaysia, film ini diputar di lebih dari 100 bioskop dengan lebih dari 550 jadwal penayangan setiap hari, mengumpulkan pendapatan sekitar 5,8 juta ringgit atau setara Rp 22 miliar.
Direktur Eksekutif Mega Films Distribution Malaysia, Toh Jin Jiang, mengungkapkan film ini berhasil menarik penonton lintas generasi. "Termasuk lansia yang sudah lama tidak datang ke bioskop," katanya.
Cerita di Balik Tradisi Qiaopi
Film Dear You mengisahkan Ye Shurou, seorang nenek asal Teochew yang sepanjang hidupnya menunggu kabar dari sang suami, Zheng Musheng, yang merantau ke Thailand. Sang cucu kemudian mencari jejak kakeknya dan menemukan fakta bahwa selama puluhan tahun, surat serta kiriman uang kepada sang nenek ternyata diteruskan oleh seorang perempuan bernama Xie Nanzhi setelah Zheng Musheng meninggal pada 1960.
Cerita ini juga mengangkat tradisi Qiaopi, budaya pengiriman surat dan uang oleh perantau Tionghoa kepada keluarga di kampung halaman pada akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20. Tradisi tersebut telah diakui UNESCO sebagai bagian dari Memory of the World Register sejak 2013.
Ada Kaitan dengan Indonesia?
Menariknya, surat Qiaopi tertua yang masih tersimpan diketahui dikirim dari Batavia (kini Jakarta) pada 26 Mei 1859 oleh perantau Tionghoa bernama Wen Xinde menuju Guangdong, China. Sementara surat Qiaopi terpendek juga berasal dari perantau Tionghoa di Indonesia yang hanya berisi satu huruf Mandarin, "?" (nán), yang berarti "sulit".
Meski telah sukses diputar di berbagai negara Asia Tenggara, hingga kini belum ada kepastian mengenai jadwal penayangan Dear You di Indonesia. Film ini lebih dulu tayang di China pada 30 April 2026 sebelum diputar di Singapura, Malaysia, Brunei, Hong Kong, dan Makau.