Pencarian

Pemanfaatan Teknologi BRIN untuk Atasi Krisis Air Bersih di Pulau Palue: 481 Unit Prasarana Rusak Berat

Rabu, 26 Agustus 2026 • 20:26:36 WIB
Pemanfaatan Teknologi BRIN untuk Atasi Krisis Air Bersih di Pulau Palue: 481 Unit Prasarana Rusak Berat
Pemanfaatan Teknologi BRIN untuk Atasi Krisis Air Bersih di Pulau Palue: 481 Unit Prasarana Rusak Berat

Sikka – Sebanyak 481 dari 495 prasarana air bersih di Kabupaten Sikka mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi, menjadi latar utama percepatan pemulihan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Salah satu langkah yang tengah dijajaki adalah menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengonversi air laut menjadi air tawar.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pihaknya telah menghubungi Kepala BRIN untuk mengeksplorasi teknologi yang mampu mengubah air laut menjadi air tawar. Menurutnya, solusi ini dinilai jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan mencari sumber air bersih konvensional di wilayah yang secara geografis sulit.

“Saya sudah kontak Kepala BRIN, siapa tau mereka punya teknologi apapun untuk mengkonversi air laut itu menjadi tawar. Itu menurut saya akan jauh lebih efektif dan efisien,” ujar Dody Hanggodo.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka dan seluruh balai Kementerian PU di NTT pada Jumat (23/8) malam.

Dody menjelaskan bahwa kondisi geografis Pulau Palue yang relatif kecil dan keberadaan gunung berapi aktif menjadi kendala utama dalam pencarian sumber air bersih. Ia mengaku telah memperkirakan kesulitan tersebut sejak awal dan berkomitmen untuk terus berupaya maksimal.

“Saya sudah perkirakan, ini kan pulau tidak terlalu besar, kemudian saya juga terinfokan ada gunung berapi yang lumayan masih aktif, jadi saya sudah bayangkan bahwa itu akan susah mencari sumber air bersih. Tapi kita akan terus upayakan. Nanti kita yang jungkir balik untuk mencari apapun supaya teman-teman kita di Palue itu tetap merasa bagian dari NKRI,” kata Menteri Dody.

Kerusakan Infrastruktur Sanitasi dan Air Bersih

Data yang dihimpun Kementerian PU dan Pemkab Sikka menunjukkan dampak kerusakan terbesar akibat gempa terjadi pada sektor pelayanan dasar. Selain 481 unit prasarana air bersih yang rusak berat, tercatat 371 prasarana sanitasi juga terdampak, dengan 302 unit di antaranya mengalami kerusakan berat, terutama fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) milik warga di Kecamatan Palue.

Kerusakan paling signifikan di Kecamatan Palue terjadi pada Bak Penampung Air Hujan (BPAH) milik masyarakat. Sementara itu, infrastruktur air bersih milik Perumda di wilayah daratan yang mengalami kerusakan ringan dan sedang telah berhasil diperbaiki.

Menurut Menteri Dody, percepatan pemulihan infrastruktur dasar ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat terdampak bencana dapat segera bangkit dan menjalankan kehidupan normal kembali.

“Kami melaksanakan ini karena arahan dan dukungan penuh dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita hanya membantu mewujudkan apa-apa yang beliau inginkan, sehingga warga yang terdampak bencana itu bisa secepatnya tersenyum,” tuturnya.

Dengan kombinasi percepatan perbaikan infrastruktur sumber daya air dan sanitasi serta penjajakan teknologi konversi air laut, Kementerian PU menargetkan kebutuhan dasar masyarakat Pulau Palue dapat segera pulih. Upaya ini dinilai penting tidak hanya untuk penanganan darurat, tetapi juga untuk memastikan solusi infrastruktur yang berkelanjutan bagi warga terdampak gempa.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks