DI YOGYAKARTA — Universitas Gadjah Mada memimpin daftar kampus Indonesia dengan skor SINTA Overall tertinggi per September 2026, mencapai 5.514.794 poin. Peringkat ini dirilis platform Science and Technology Index yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Skor tersebut menjadi salah satu gambaran capaian kinerja riset dan publikasi ilmiah perguruan tinggi.
Universitas Gadjah Mada mencatat skor SINTA Overall 5.514.794 poin, angka tertinggi di antara perguruan tinggi Indonesia pada periode September 2026. Jarak dengan peringkat kedua terbilang lebar, yakni Institut Pertanian Bogor yang mengumpulkan 3.711.709 poin. Selisih keduanya mencapai hampir 1,8 juta poin.
SINTA sendiri merupakan platform yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Di dalamnya termuat informasi kinerja riset dan publikasi perguruan tinggi, termasuk Sinta Score Overall dan Sinta Score 3Yr. Profil tiap kampus juga menampilkan jumlah penulis, departemen, serta sejumlah metrik publikasi lain.
Peringkat Lengkap 10 Besar
Dari data sinta.kemdiktisaintek.go.id, sepuluh perguruan tinggi berikut mencatat skor SINTA Overall tertinggi:
- Universitas Gadjah Mada: 5.514.794
- Institut Pertanian Bogor: 3.711.709
- Universitas Indonesia: 3.647.794
- Universitas Airlangga: 3.624.707
- Institut Teknologi Bandung: 3.027.952
- Universitas Diponegoro: 2.667.862
- Universitas Brawijaya: 2.453.493
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember: 2.435.319
- Telkom University: 1.829.576
- Binus University: 1.775.468
Perguruan Tinggi Swasta Ikut Bersaing
Dua perguruan tinggi swasta masuk jajaran sepuluh besar. Telkom University menempati posisi kesembilan dengan 1.829.576 poin, disusul Binus University di posisi kesepuluh dengan 1.775.468 poin. Kehadiran keduanya menunjukkan kampus swasta mampu bersaing dalam publikasi ilmiah, meski secara volume masih tertinggal dari kampus negeri besar.
Di jajaran atas, empat kampus negeri mencatat skor di atas 3 juta poin: UGM, IPB, UI, dan Unair. ITB menyusul dengan 3.027.952 poin. Sementara Undip, UB, dan ITS berada di rentang 2,4 juta hingga 2,6 juta poin.
Bukan Satu-satunya Pertimbangan
Skor SINTA mengukur capaian riset dan publikasi, bukan kualitas pengajaran secara keseluruhan. Calon mahasiswa yang memakai data ini sebagai rujukan tetap perlu mempertimbangkan program studi yang dituju. Kualitas pembelajaran, akreditasi, biaya pendidikan, fasilitas, lingkungan kampus, hingga kesesuaian dengan rencana karier juga masuk hitungan.
Bagi kampus, posisi di SINTA kerap dipakai sebagai indikator produktivitas dosen dan peneliti. Skor yang tinggi umumnya berkorelasi dengan jumlah publikasi terindeks, sitasi, serta kolaborasi riset lintas institusi. Namun metrik ini tidak menangkap aspek lain seperti kualitas lulusan atau kontribusi ke industri.
Dengan skor 5,5 juta poin, UGM masih memegang jarak cukup jauh dari pesaing terdekatnya. Selama tren publikasi kampus-kampus besar terus tumbuh, persaingan di papan atas SINTA diperkirakan tetap ketat pada periode berikutnya.