YOGYAKARTA — Ribuan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga mulai diterjunkan ke sejumlah lokasi pengabdian. Pelepasan KKN 2026 digelar di kampus setempat, menandai dimulainya program pengabdian yang berlangsung selama beberapa pekan ke depan.
BPJS Ketenagakerjaan turut memberikan jaminan perlindungan bagi para mahasiswa. Skema ini mencakup risiko kecelakaan kerja dan kematian selama masa KKN berlangsung. Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi risiko di lapangan.
Pemberian jaminan sosial bagi mahasiswa KKN bukanlah hal baru. Namun, tahun ini cakupannya diperluas dengan melibatkan BPJS Ketenagakerjaan secara penuh. Setiap mahasiswa terdaftar sebagai peserta aktif selama periode pengabdian.
“Kami pastikan seluruh mahasiswa yang berangkat KKN mendapatkan perlindungan maksimal. Ini bentuk komitmen universitas terhadap keselamatan mahasiswa,” ujar pihak penyelenggara dalam sambutan pelepasan.
Mahasiswa akan ditempatkan di berbagai desa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Program KKN dirancang untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pemberdayaan masyarakat. Durasi pengabdian berlangsung sekitar 40 hari ke depan.
Setiap kelompok mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing lapangan. Mereka bertugas memantau kegiatan sekaligus memastikan keselamatan peserta selama di lokasi.
Langkah perlindungan ini dinilai penting mengingat karakteristik kegiatan KKN yang melibatkan interaksi langsung dengan lingkungan baru. BPJS Ketenagakerjaan menyediakan layanan hotline darurat bagi mahasiswa yang mengalami insiden.
“Kami berharap mahasiswa dapat fokus menjalankan program pengabdian tanpa khawatir soal risiko. Jaminan ini menjadi jaring pengaman jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambah perwakilan BPJS Ketenagakerjaan.
Pelepasan KKN 2026 dihadiri oleh jajaran rektorat, dosen, serta perwakilan dari pemerintah daerah. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti prosesi sebelum berangkat menuju lokasi pengabdian masing-masing.