YOGYAKARTA — Rencana menjadikan kawasan Malioboro sebagai zona bebas kendaraan bermotor atau full pedestrian memasuki babak baru. Setelah melalui berbagai kajian, Pemerintah Kota Yogyakarta memutuskan untuk langsung menguji coba skema penutupan jalan secara bertahap, sembari menyiapkan infrastruktur pendukung berupa portal manual yang akan dioperasikan petugas.
Akses Sekolah dan Ambulans Jadi Kendala Utama Uji Coba
Wali Kota Hasto Wardoyo mengungkapkan, dari uji coba penutupan jalan pada pagi hari, muncul persoalan warga kesulitan mengantar anak ke sekolah karena harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh. Selain itu, kelancaran akses kendaraan darurat, khususnya ambulans, juga menjadi evaluasi utama.
"Kita cicil terus dengan tahapan-tahapan. Setiap kali kita uji coba, kita lihat masalahnya apa, lalu kita selesaikan satu per satu," kata Hasto, Jumat (3/7/2026).
Ia menambahkan telah meninjau langsung sejumlah jalan sirip di sisi utara Malioboro untuk memastikan rekayasa lalu lintas tidak menghambat pelayanan publik maupun mobilitas warga yang tinggal di permukiman sekitar.
Portal Nonpermanen, Dioperasikan Manual Petugas
Sebagai bagian dari tahapan implementasi, Pemkot Jogja berencana memasang portal di titik-titik strategis pada tahun ini. Berbeda dengan portal otomatis, alat ini akan dioperasikan secara manual oleh petugas sesuai jadwal jam padat dan skenario uji coba.
"Portalnya nanti tidak otomatis, tapi dioperasikan oleh petugas sesuai dengan skenario jadwal jam padat. Fungsinya untuk mempermudah kita melakukan uji coba mana ruas yang bisa ditutup lebih dulu," ujar Hasto.
Pengadaan portal tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah DIY sebagai bagian dari penataan kawasan Malioboro yang lebih tertib dan ramah bagi pejalan kaki.
Target: Detail dari Stasiun Tugu hingga Titik Nol
Hasto menegaskan bahwa proses implementasi dinilai lebih efektif ketimbang hanya melakukan kajian berkepanjangan. Dengan eksekusi bertahap, setiap persoalan teknis dapat diselesaikan tanpa menimbulkan akumulasi masalah.
"Jangan dikaji terus, nanti lama. Dikerjakan secara bertahap saja agar masalah yang muncul tidak menumpuk. Kita ingin dari Stasiun Tugu sampai Titik Nol benar-benar detail penanganannya, supaya warga sekitar tetap bisa beraktivitas seperti biasa," tegasnya.
Melalui rangkaian uji coba ini, Pemkot Jogja menargetkan penerapan kawasan Malioboro full pedestrian dapat berjalan matang dengan tetap menjaga akses masyarakat, kelancaran layanan publik, dan mendukung terciptanya kawasan yang semakin nyaman bagi pejalan kaki.