BANTUL — Organisasi perantau asal Bantul, Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban), memulai babak kepengurusan baru. Sigit Mustofa Nurudin resmi memegang kendali organisasi untuk masa bakti 2026–2029, menggantikan Didik Akhmadi yang memimpin periode 2023–2026.
Pergantian pimpinan ini berlangsung dalam forum silaturahmi yang dihadiri pengurus dan anggota diaspora dari berbagai daerah. Mereka yang hadir secara daring maupun luring berasal dari Bandung, Yogyakarta, hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Pembina Organisasi: Warkaban Bukan Sekadar Wadah Kumpul
Kepala Badan Penghubung Daerah (Bapenda) DIY, Nugrohoningsih, yang hadir langsung di lokasi, menegaskan peran strategis Warkaban. Menurut dia, pemerintah daerah melihat organisasi ini sebagai mitra penting, bukan sekadar tempat berkumpul warga perantauan.
"Pemda memandang Warkaban sebagai mitra strategis dalam menyukseskan pembangunan kemasyarakatan di luar wilayah asal," ujar Nugrohoningsih di hadapan peserta.
Pesan Estafet: Adaptif dan Perbaikan Berkelanjutan
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Didik Akhmadi berpesan agar kepemimpinan baru dapat berjalan secara adaptif. Ia berharap pengurus yang baru mampu melanjutkan program yang sudah berjalan sekaligus membenahi kekurangan yang ada.
Tantangan utama bagi Sigit Mustofa dan jajarannya adalah menerjemahkan filosofi lokal menjadi program kerja konkret. Jajaran penasihat paguyuban, yang dihadiri Roeshadi, Noor Syamsu Hidayat, H.R. Agus Sriyanto, dan Abdul Kholiq, mengingatkan pentingnya menjaga nilai "Guyub Rukun Migunani" — kebersamaan yang rukun dan bermanfaat.
Soliditas Internal Jadi Modal Awal Dharma Bakti
Para penasihat menekankan bahwa dharma bakti organisasi harus dimulai dari soliditas internal. Energi positif dari dalam kemudian ditransformasikan menjadi kontribusi nyata dalam pembangunan sosial-kemasyarakatan di tingkat nasional.
Warkaban merupakan organisasi resmi yang diakui Pemda DIY. Sejak berdiri, paguyuban ini aktif di bidang sosial, pendidikan, ekonomi, hingga aksi kemanusiaan bagi warga Bantul yang merantau.