Pencarian

Rupiah Tembus Rp 17.984 Per Dolar AS, Sentimen Perang AS-Iran di Selat Hormuz Jadi Biang Kerok

Rabu, 08 Juli 2026 • 13:23:31 WIB
Rupiah Tembus Rp 17.984 Per Dolar AS, Sentimen Perang AS-Iran di Selat Hormuz Jadi Biang Kerok
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp 17.984 per dolar AS akibat ketegangan perang AS-Iran di Selat Hormuz.

YOGYAKARTA — Rupiah kembali terkapar di hadapan dolar AS. Pada perdagangan Rabu pagi, mata uang Garuda melemah 4 poin atau 0,02 persen ke level Rp 17.984 per dolar AS, melanjutkan tren negatif dari penutupan sebelumnya di Rp 17.980.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menyebut faktor eksternal masih menjadi momok utama. "Penyerangan besar AS ke Iran sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz," ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Serangan Balik AS ke Iran: Pemicu Kepanikan Pasar

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi telah melancarkan serangkaian serangan baru ke Iran. Langkah ini disebut sebagai respons langsung atas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz beberapa waktu lalu.

Mengutip laporan Sputnik, operasi militer itu dipicu oleh insiden di jalur perairan strategis tersebut. Sebelumnya, media nasional Iran IRIB pada Selasa (7/7) melaporkan bahwa sebuah kapal Qatar, Al-Rekayyat, menjadi sasaran saat mencoba melewati Selat Hormuz melalui jalur Oman dengan dikawal Angkatan Laut AS.

Ketegangan di jalur minyak dunia ini langsung memicu aksi jual besar-besaran di pasar valuta asing, menekan mata uang negara berkembang seperti Indonesia.

Cadev Naik Tipis, Tak Cukup Redam Tekanan Global

Di tengah tekanan eksternal, Bank Indonesia melaporkan kabar positif dari dalam negeri. Posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai 145,6 miliar dolar AS. Angka ini naik tipis 700 juta dolar AS dibandingkan posisi akhir Mei 2026 yang sebesar 144,9 miliar dolar AS.

Kenaikan cadev ini didorong oleh penerimaan pajak dan jasa. Namun, posisi tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia untuk meredam gejolak pasar keuangan global.

Meski cadev setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor—jauh di atas standar kecukupan internasional 3 bulan impor—sentimen perang tetap lebih dominan.

Prediksi Rupiah: Bergerak di Kisaran Sempit Rp 17.950-Rp 18.050

Para pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke data domestik. "Investor masih mengantisipasi indeks kepercayaan konsumen siang ini yang diperkirakan akan naik ke 125," ungkap Lukman.

Meski ada sentimen positif dari data konsumen, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.950 hingga Rp 18.050 per dolar AS. Artinya, potensi pelemahan lebih dalam masih terbuka lebar jika konflik di Timur Tengah terus memanas.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks