BANTUL — Pesta layang-layang internasional di pesisir selatan Yogyakarta itu berlangsung selama dua hari. Ribuan wisatawan memadati kawasan Pantai Parangkusumo untuk menyaksikan atraksi dari puluhan komunitas nasional dan delegasi mancanegara.
Layangan Train Naga Bawa Pulang Piala Raja
Rendy, penggawa Tim Yudhistira, mengaku sudah lima kali mengikuti JIKF sebelum akhirnya tahun ini membawa pulang trofi tertinggi. "Persiapan kami lakukan selama kurang lebih dua bulan bersama Tim Yudhistira, akhirnya membuahkan hasil," ujarnya dalam rilis yang diterima wartajogja.id.
Karya yang diangkat bukan sekadar layangan biasa. Motif Candi Prambanan dan batik khas Yogyakarta sengaja dipilih sebagai simbol pelestarian budaya lokal yang dipadukan dengan kreativitas seni layang-layang modern.
Daftar Juara di Berbagai Kategori
Selain Piala Raja, panitia juga mengumumkan pemenang untuk enam kategori lainnya. Berikut daftar lengkapnya:
- Kategori Tradisional: Pelayang Cilacap
- Kategori 2 Dimensi: Komam Kite
- Kategori 3 Dimensi: Fakta Club
- Kategori Train: Cakra Jawa Tengah
- Kategori Rokkaku: Tatto Kite
Penghargaan Khusus untuk Delegasi Mancanegara
Panitia juga memberikan Special Awards kepada sejumlah delegasi internasional. Vietnam dinobatkan sebagai Best Performance, Jerman meraih Best Kite, Haiti sebagai Best Performance Most Expressive, dan China menyabet Best Performance – Traditional Kite.
Momen penutupan semakin meriah ketika seluruh delegasi dari 17 negara tampil mengenakan busana tradisional khas negara masing-masing. Mereka juga menerima cenderamata sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam festival yang sudah memasuki penyelenggaraan ke-11 ini.
JIKF 2026: Kolaborasi Seni, Budaya, dan Ekonomi Kreatif
Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarijiyanto, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan tahun ini. "Baik peserta internasional maupun nasional merasa senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Harapan kami, JIKF dapat terus berkembang dengan kualitas yang semakin baik serta mendapat dukungan yang lebih besar agar mampu menjadi festival layang-layang bertaraf dunia," katanya.
Selama dua hari, JIKF 2026 menghadirkan berbagai kegiatan seperti Ollanesia (Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia), kompetisi nasional dan internasional, Night Flying Kite Show, pertunjukan budaya, pameran UMKM, hingga riset pariwisata.
Festival ini diselenggarakan oleh Komunitas Angkasa Satuyang yang diketuai RDA Yuristianto, dengan dukungan dari Kementerian Pariwisata melalui Event by Indonesia, Dinas Pariwisata DIY, dan Pemerintah Kabupaten Bantul.