Dekranasda Kabupaten Sleman menggelar pameran Gelar Karya Batik Hasil Produk Alumni Pelatihan Gen Z Batik Preneur di Grha Kriya Dekranasda Sleman, Rabu. Sebanyak 27 produk karya dari sembilan alumni diperkenalkan kepada publik, dengan enam produk di antaranya ditampilkan dalam sesi fashion show. Pameran ini menjadi pintu masuk promosi usaha bagi para alumni untuk menembus pasar industri kreatif.
SLEMAN — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong para alumni pelatihan "Gen Z Batik Preneur" menembus pasar industri kreatif melalui pameran karya produk batik. Kegiatan bertajuk Gelar Karya Batik Hasil Produk Alumni Pelatihan Gen Z Batik Preneur, Pendidikan Kecakapan Wirausaha Tahun 2026 itu berlangsung di Grha Kriya Dekranasda Sleman, Rabu.
Momentum yang diusung "9 Alumni, 9 September, 1 Ruang Karya" ini menjadi ruang bagi para alumni untuk memamerkan karya, membangun jejaring, sekaligus membuka peluang transaksi dengan masyarakat.
27 Produk Diperkenalkan, 6 Tampil di Fashion Show
Sebanyak 27 produk karya dari sembilan alumni diperkenalkan kepada publik dalam kegiatan tersebut. Enam produk di antaranya ditampilkan dalam sesi fashion show.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Dwi Wulandari menjelaskan pameran yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Batik 2026 ini dirancang untuk memperkuat kapasitas, kreativitas, promosi, dan pengembangan pasar bagi industri kecil menengah (IKM) batik secara berkelanjutan.
"Produk selanjutnya akan tetap dipajang di Grha Kriya Dekranasda hingga akhir 2026, sehingga gelar produk tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari saja, melainkan pintu masuk promosi usaha," kata Dwi.
Pesan Ketua Dekranasda: Yang Baik Harus Diberi Ruang
Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman Parmilah menegaskan ajang ini bukan sekadar pameran, melainkan awal dari perjalanan usaha para alumni.
"Yang baik harus diberi ruang untuk dilihat, diapresiasi, dan dikembangkan menjadi peluang usaha. Gelar produk ini bukanlah akhir, justru awal dari perjalanan usaha yang sesungguhnya," kata Parmilah.
Ia meminta alumni terus mengasah kemampuan walau produk maupun pasar yang disasar belum sempurna. Parmilah juga menekankan pentingnya mental pantang menyerah, disiplin, dan konsistensi berinovasi.
"Kami juga meminta alumni memupuk mental pantang menyerah, disiplin, dan konsisten berinovasi," katanya pula.
Pengalaman Alumni: dari Teknik Membatik hingga Riset Pasar
Salah satu peserta alumni, Amanda, mengungkapkan pelatihan tersebut memberikan pengalaman menyeluruh. Mulai dari teknik membatik, proses riset, hingga aspek kreativitas untuk menghasilkan karya yang layak jual.
"Kesan paling berarti adalah kebersamaan antaralumni yang saling belajar dan mendukung. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut ke depan," kata Amanda.
Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Batik 2026 yang menyasar penguatan IKM batik di Sleman. Produk-produk alumni akan tetap dipajang di Grha Kriya Dekranasda hingga akhir 2026.